Waspada Ancaman Parasit Dibalik Nikmatnya Sushi

Penyakit itu bernama anisakiasis. Pemicunya adalah parasit yang terkandung di dalam ikan atau makanan laut lainnya.

Editor: Reny Fitriani
cnn.com
Parasit anisakis yang biasa berkembang di ikan mentah bisa berakibat sakit perut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Penyakit itu bernama anisakiasis. Pemicunya adalah parasit yang terkandung di dalam ikan atau makanan laut lainnya.

Berita buruknya, seperti yang dikutip dari laporan BMJ Case Reports, penyakit ini tengah berkembang di negara-negara Barat yang mengonsumsi sushi dan bahan mentah lainnya.

Penulis menggambarkan soal penyakit itu berdasarkan pengalaman seorang pria berusia 32 tahun yang sebelumnya sehat, kemudian menderita sakit usus bagian atas yang parah, mual, dan demam selama seminggu sebelum akhirnya masuk rumah sakit.

Dr. Joana Carmo, penulis utama dan seorang dokter di departemen gastroenterologi Rumah Sakit Egas Moniz di Lisbon, Portugal, dan rekan penulisnya, mengatakan bahwa pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nyeri tekan di perut, sementara hasil lab menunjukkan peningkatan pada darah putih, yang merupakan tanda khas infeksi.

Dalam sebuah wawancara, pria tersebut mengatakan bahwa dia baru saja makan sushi.

Memancing parasit

Dokter lalu melakukan endoskopi gastrointestinal bagian atas. Ini merupakan tindakan berupa pemeriksaan non-bedah pada saluran pencernaan menggunakan tabung fleksibel yang dilengkapi dengan lampu dan kamera di bagian depan.

Dari endoskopi itu terlihat adanya membran usus yang membengkak dengan parasit yang melekat kuat, ujungnya menembus perut.

Dokter lalu menyingkirkan cacing larva dengan jaring khusus, yakni jaring Roth, sebuah jaring plastik kecil yang biasa digunakan untuk menghilangkan polip dari usus besar serta benda asing lainnya yang ditemukan di saluran pencernaan seperti parasit.

Dari analisis diketahui bahwa cacing tersebut berasal dari genus Anisakis.

"Anisakis bisa menginfeksi salmon, herring, cod, makarel, cumi-cumi, halibut, dan ikan kakap merah," kata Carmo.

Setelah parasit itu dikeluarkan dari ususnya, pria tadi menunjukkan gejala membaik.

"Beberapa dekade yang lalu, dokter tidak mengetahui infeksi ini," kata Carmo.

Kasus pertama infeksi manusia dengan Anisakiasis ditemukan oleh para ilmuwan di Belanda pada tahun 1960-an. Kasus itu terjadi setelah pasien mengkonsumsi ikan herring. Oleh karena itu infeksi tersebut pada awalnya disebut sebagai "penyakit cacing herring."

Sejak saat itu, mulai bermunculan kasus di banyak negara lain, meskipun, khususnya di Jepang karena seringnya masyarakat di sana mengkonsumsi ikan mentah.

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved