Makam Tua Haji Yusuf di Jalan Banten Kahuripan Teluk Betung Barat

Di antara sekian banyak makam tua yang ada di Bandar lampung, yang saat ini masih terekam jejaknya ialah makam tua Haji Yusuf

Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: soni
Makam Haji Yusuf 

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Di antara sekian banyak makam tua yang ada di Bandar lampung, yang saat ini masih terekam jejaknya ialah makam tua Haji Yusuf salah seorang Syiar Islam di Lampung yang tempat peristirahatan terakhirnya terletak di Jalan Banten, Kahuripan Teluk Betung Barat.

Masarin, penjaga makam sekaligus keturunan/cucu Haji Yusuf mengatakan, beliau meninggal sekitar tahun 1920-1930 pada umur 100 tahun lebih. Haji Yusuf sendiri dulu terkenal sebagai seorang qori terkenal pada jaman Belanda.

"Ini mungkin yang banyak tidak diketahui oleh banyak orang/peziarah bahwa dirinya merupakan qori terkenal yang memiliki suara yang sangat merdu. Sehingga ketika dirinya (Haji Yusuf) mengaji pun banyak yang menangis mendengar merdunya suara sang qori tersebut," ujarnya.

Bahkan menurut penuturan dari almarhum M Saleh, bapak dari Masarin yang menceritakan bahwa kalau Haji Yusuf mengaji, suaranya bisa terdengar sampai radius beberapa kilometer padahal tidak menggunakan alat bantu.

"Cerita orang dulu bahwa Haji Yusuf dalam menyebarkan syiar Islam memiliki banyak rintangan terutama terhadap penjajah Belanda. Contohnya setiap ia mengaji, alasnya beliau itu selalu dilapisi oleh nampan kuningan, berhubung jaman dahulu masih rumah panggung, dikhawatirkan dari bawah rumah ada yang ingin mencoba menombak atau menembaknya," tutur Masarin.

Haji yusuf juga terkenal sebagai tuan tanah yang dahulu tanahnya terbentang luas di daerah Telukbetung barat. Makam Haji Yusuf tersebut masih satu pesanggrahan dengan Tubagus Yahya, seorang syiar Islam dari tanah Banten.(yga)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved