Damar Gelar Lokakarya Bahas Pemenuhan Gizi Perempuan
Lembaga Advokasi Perempuan (LAP) Damar menggelar lokakarya mengenai persoalan pemenuhan gizi perempuan, di Gedung PKBI Lampung, Kamis (18/5/2017).
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lembaga Advokasi Perempuan (LAP) Damar menggelar lokakarya mengenai persoalan pemenuhan gizi perempuan, di Gedung PKBI Lampung, Kamis (18/5/2017).
Acara yang akan berlangsung hingga Jumat (19/5/2017) itu, menghadirkan dua narasumber utama, yakni akademisi Universitas Lampung Ikram Badila dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Bandar Lampung Abu Bakar.
Direktur Eksekutif LAP Damar, Sely Fitriani mengatakan, persoalan gizi di Indonesia menjadi alasan pelaksanaan lokakarya tersebut.
“Kami mengacu pada RPJMN 2015-2019, yakni menurunkan prevalensi stunting (anak lahir dengan berat badan kurang), pendek dan sangat pendek pada anak di bawah usia dua tahun. Kalau melihat data dari Riskesdas 2013, kemudian data riset kesehatan UI (Universitas Indonesia), Indonesia masuk lima besar kasus stunting tinggi,” kata Sely, Kamis.
Tidak hanya itu, menurut Sely, berdasarkan penelitian UI, untuk wilayah Sumatera, Lampung termasuk dalam lima besar tertinggi kasus stunting.
Lampung berada di bawah Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi.
“Melihat data itu, kami merasa perlu ada upaya bersama lintas sektor termasuk stakeholders terkait serta media, untuk bersama mencari upaya percepatan dalam rangka capaian RPJMN. Untuk mendesain satu kerangka advokasi yang tepat sasaran, kami ingin memulai satu metode survei. Lokakarya ini tujuannya ke arah itu (kerangka advokasi yang tepat sasaran),” jelas Sely.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/damar_20170518_203845.jpg)