Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Sejarah Pembangunan Masjid Al Furqon, 4 Kali Dipugar

Masjid tersebut terletak di persimpangan antara Jalan Pangeran Diponegoro dengan Jalan dr Susilo.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Ridwan Hardiansyah

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masjid Al Furqon merupakan masjid terbesar di Bandar Lampung.

Masjid tersebut terletak di persimpangan antara Jalan Pangeran Diponegoro dengan Jalan dr Susilo.

Sekretaris Pengurus Masjid Al Furqon, Hery Darso mengatakan, pembangunan masjid tersebut diprakarsai lima orang, yakni KH A Shobier gelar Sidi Syaih Ibnu Islam Lampung (alm), KH M Arief Makhya, Ustaz A Barmawi Wahid (alm), H Muchtar Hasan, dan H Makruf ZA.

"Pada 1958, pemerintah dan masyarakat waktu itu ingin punya masjid kebanggaan (tingkat karesidenan), maka dibentuklah masjid Al Furqon tersebut," terang Hery, Rabu (31/5/2017).

Pembangunan masjid diketuai Raden Muh Mangoendiprodjo.

Lahan masyarakat milik Jalis bin Lidin sekeluarga seluas 3.850 meterpersegi dibeli seharga Rp 50 ribu.

Kemudian, tanah sekeliling milik Awab Magad sekeluarga dengan luas 57.000 meterpersegi dibeli seharga Rp 150 ribu.

Sehingga, keseluruhan luasnya mencapai 60.850 meterpersegi, dengan total biaya Rp 200 ribu.

"Karena status tanah akta jual beli dengan pemilik, maka dilakukan pengurusan tanah dengan hak milik ke Agraria Tanjungkarang-Telukbetung dengan surat ukur No 130/1969 tanggal 21 Januari dengan luas tanah 34.754 meter," paparnya.

Kemudian, akta diganti dengan sertifikat tanah hak pakai atas nama Yayasan Masjid Jami Al-Furqon dari Agraria Kotamadya Tanjungkarang-Telukbetung No 13/SB tanggal 25 Mei 1979, dengan nomor ukur 462/1979 dan luas tanah 34.355 meterpersegi.

"Jadi waktu itu dilakukan pembetulan status tanah karena dari awal tanah wakaf maka terbitlah sertifikat tanah wakaf dengan No 01/SB tanggal 28 Agustus 2009 dari BPN Kota Bandar Lampung," jelasnya.

Masjid Al Furqon telah mengalami pemugaran sebanyak empat kali.

Pemugaran pertama terjadi pada 1964, yaitu pembangunan seluas 20x25 meterpersegi.

"Waktu itu, bangunannya sempat dipakai tempat kuliah mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang, Bandar Lampung," jelas Hery.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved