PTPN VII Lakukan Restrukturisasi Untuk Tingkatkan Kinerja
PT Perkebunan Nusantara VII tetap menjadi salah satu pilar stabilitas ekonomi Indonesia
Laporan Reporter Tribun Lampung Andre
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Perkebunan Nusantara VII tetap menjadi salah satu pilar stabilitas ekonomi Indonesia. Dua dari empat komoditas yang diusahakan, yakni gula dan kelapa sawit perusahaan ini menjadi salah satu panopang utama ketersediaan dan keterjangkauan harga gula dan minyak goreng yang merupakan dua komponen kebutuhan pokok masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Operasional PTPN VII Sukarnoto saat mengadakan gathering dengan media cetak dan elektronik, Bandar Lampung, Jumat (9/6). Ia mengatakan, produksi gula dari dua pabriknya di Bungamayang dan Cinta Manis yang mulai buka giling awal Mei Ialu sedang sangat ditunggu pemerintah dan pasar. Sebab kebutuhan bahan pokok sangat tinggi di Bulan Ramadhan hingga memasuki Lebaran.
”Kita bersyukur bahwa dengan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan masih tetap bisa berbagi manfaat untuk bangsa ini. Alhamdulillah, dua pabn’k gula kita sudah mulai buka giling sehingga mampu memberikan kontribusi pada program swasembada gula nasional.”
Letak peran pada stabilitas harga dan stok gula PTPN VII bukan hanya karena jumlah produksi. Lebih dari itu, posisi PTPN VII sangat penting karena seluruh produksi gula yang dihasilkan hams disalurkan melalui Badan Urusan Logistik . (BULOG). Hal itu karena Bulog mendapat tugas mengendalikan pasar kebutuhan pokok tennasuk gula agar harga dan pasokannya tidak melewati kemampuan daya beli rakyat. '
”Gula kita dijual ke Bulog dengan harga yang telah diatur sebagaimana ketentuan pemerintah. Maka PTPN VII dalam pengamalan nilai Pancasila menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah guna kesejahteraan rakyat”, kata dia.
Hal yang sama terjadi dengan komoditas kelapa sawit yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO, Crude Palm Oil). Meskipun pasar CPO lebih bebas dibandingkan gula, produk CPO dari PTPN V1] menjadi penyeimbang dari produk sejenis dari perusahaan swasta dalam menyediakan bahan baku minyak goreng dart produk derivatif lairmya.
Kondisi Perusahaan
Secara umum, Sukarnoto menjelaskan upaya perusahaan untuk menuju ke arah keberlangsungan perusahaan. Ia mengatakan, saat ini, PTPN VII sedang dalam proses perbaikan melalui Corporate Turnaround Strategy yaitu restrukturisasi keuangan, restrukturisasi organisasi serta melakukan langkah-langkah governance.
"PTPN VII mereview kembali prosedur-prosedur yang ada dan menegakkan pelaksanaan di lapangan serta membuka ruang komunikasi dengan stakeholders. Hal tersebut dimaksudkan untuk dapat membangun perusahaan ke arah yang lebih baik”,jelasnya.
Sukranoto menyebut beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan.
Kondisi alam diakui memberikan pengaruh yang signifikan terhadap basil produksi pada semua komoditi perusahaan serta volatilitas harga karet dan kelapa sawit di pasar dunia bepengaruh terhadap hasil penjualan. Hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian pendapatan sebagaimana yang telah direncanakan perusahaan .
Gejolak pasar tersebut menjadikan tantangan perusahaan yang baru saja mengambil kebijakan investasi untuk mengganti tanaman tua dengan yang baru (replanting) dan revitalisasi beberapa pabrik termasuk peningkatan kapasitas dua pabrik gula dengan memanfaatkan dana bank sindikasi.
"Manajemen berhitung, dengan tanaman yang produktif, biaya operasional dan membayar cicilan dari investasi ke bank masih mencukupi. Tetapi temyata dunia terbalik . Harga karet dan sawit jatuh. Produksi sangat sedikit karena tanaman tua ditebang , ganti' baru dan harus menunggu enam tahun untuk mulai panen. Itupun panen awal produksinya sangat sedikit. Beginilah kondisinya,” kata Sukamoto.
”Dengan berbagai tantangan yang dihadapi maka manajemen harus mengambil langkah kebijakan efisiensi di semua lini operasional perusahaan. Ini kebijakan untuk keberlangsungan perusahaan", kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ptpn-vii_20170610_155622.jpg)