Kasus Makelar Proyek Pemprov

Tuntutan Jaksa Terhadap Farizal Dianggap Tidak Sesuai Fakta Persidangan

Irwan Apriyanto, kuasa hukum mantan Kepala Biro Perekonomian Setprov Lampung Farizal Badri Zaini, mengatakan, tuntutan terhadap kliennya tidak

TRIBUN LAMPUNG/Wakos Gautama
Irwan Apriyanto. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Irwan Apriyanto, kuasa hukum mantan Kepala Biro Perekonomian Setprov Lampung Farizal Badri Zaini, mengatakan, tuntutan terhadap kliennya tidak berdasarkan fakta persidangan.

Misalnya, adanya setoran 20 persen yang disebut jaksa diketahui Eka Wahyuni dan Lela Bahar.

BACA JUGA: Dituntut Penjara 4 Tahun, Mantan Kabiro Perekonomian Lampung: Jaksa Ngawur

Menurut Irwan, saat memberikan kesaksian, Eka dan Lela menyatakan tidak pernah tahu mengenai setoran 20 persen.

Irwan juga mempertanyakan mengenai aliran dana Rp 14 miliar itu.

Menurut dia, jaksa tidak bisa membuktikan berapa yang diterima Farizal dan Djoko, dari uang setoran tersebut.

BACA JUGA: Terima Rp 14,137 Miliar dari 12 Rekanan, Farizal Dituntut Penjara 4 Tahun

Irwan juga menyesalkan tindakan jaksa, yang tidak menghadirkan sopir Djoko bernama Budi.

Budi mencabut kesaksiannya di penyidik mengenai penyerahan uang Rp 6 miliar, dari Djoko ke Farizal.

Awalnya, Budi bersaksi melihat penyerahan uang Rp 6 miliar dari Djoko ke Farizal.

“Kesaksian itu dicabut Budi dan dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan. Tapi, kenapa dia tidak dihadirkan sebagai saksi di persidangan,” ucapnya.

Farizal Badri Zaini dituntut penjara empat tahun.

Jaksa penuntut umum Rudiyanto menilai, Farizal terbukti melakukan tindak pidana menerima suap Rp 14 miliar dalam kasus setoran proyek.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved