Bercucuran Air Mata, Bocah SD Saksikan Jasad Ibu dan Adiknya Dimakamkan di Liang yang Sama

Jenazah Suwarni ditandu dengan menggunakan keranda mayat, sedangkan jasad Berlian dibopong...

Bercucuran Air Mata, Bocah SD Saksikan Jasad Ibu dan Adiknya Dimakamkan di Liang yang Sama
tribun lampung/M Heriza
TKP Pembantaian anak dan istri Kudus di Tegineneng 

Sajiah berdiri tak jauh dari makam ibu dan adiknya. Air mata bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu, terus mengalir mengiringi prosesi pemakaman ibu dan adiknya tersebut.

Sajiah sempat dibujuk oleh sang paman, Sunarno, agar tak terlalu larut dalam duka.

Sunarno pun mengajak Sajiah untuk mendekati tempat peristirahatan terakhir Suwarni dan Berlian. Namun, sang bocah menolak ajakan sang paman.

Sajiah memang irit bicara. Ia tak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sang paman. Kendati begitu, raut wajah bocah itu menyiratkan duka mendalam.

Sementara kedua orangtua Suwarni, Sutikno (60) dan Kedah (58), tidak ikut mengantar jenazah putri dan cucunya ke liang lihat.

Keduanya tidak sanggup lagi berjalan menuju TPU, sehingga memilih tinggal di rumah duka.

"Kondisi Bapak dan Ibu lemah, mungkin masih trauma. Keduanya tidak kuat untuk berjalan. Kami yang menyarankan agar mereka menungggu saja di rumah," ujar Sunarno, kakak kandung Suwarni, di lokasi pemakaman, Senin.

Sunarno menuturkan, peristiwa tragis ini tak pernah dibayangkan sebelumnya. Mengingat sosok Suwarni selama ini yang penurut dan pendiam.

"Kami sekeluarga berdoa, semoga kepergian Suwarni dan Berlian, diterima di sisi Allah SWT," ujarnya.

Sunarno menerangkan, Suwarni merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sutikno dan Kedah. Suwarni sudah mengarungi bahtera umah tangga bersama Kudus sekitar 10 tahun.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved