Berawal Iseng Buatkan Bekal Anak, Aprilia Kini Jadi Juragan Burger Ayam

"Ternyata burger saya laris. Banyak anak-anak yang suka. Kata mereka burger saya enak"

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Dini
Aprilia Handayani pemilik Bibah Burger 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aprilia Handayani awalnya tidak bisa membuat makanan. Tapi karena kemauannya untuk belajar, ia menjadi bisa. Bahkan dari kebisaannya itu, ia berhasil mendirikan bisnis makanan yang ia kelola bersama dengan keluarganya.

"Saya mulai bisnis makanan sejak 4 tahun yang lalu. Saat itu bisnis makanan yang saya jalani adalah roti. Tapi bisnis itu tidak berlangsung lama dikarenakan lokasi bisnis saya ada di Panjang dan harga roti yang saya banderol Rp 7 ribu menurut orang-orang disana kemahalan. Jadinya jarang sekali ada yang beli dan lama kelamaan penjualan saya menurun," kata dia.

Dikarenakan penjualan terus menurun, ia terpaksa menutupnya. Setelah itu ia berpikir, mau diapakan mesin pembuat rotinya. Kalaupun dijual, harganya pasti turun. Akhirnya ia iseng membuatkan burger ayam untuk bekal anaknya disekolah. Tidak disangka, saat teman anaknya mencicipi burgernya, mereka suka.

Akhirnya setelah berdiskusi dengan suaminya ia memutuskan untuk berjualan burger ayam disekolah anaknya dengan harga Rp 8 ribu. Burger itu ia namakan Bibah Burger. Ia berjualan disana karena ingin mengetes pasar dahulu sebelum ia pasarkan lebih luas, apakah burgernya laris terjual atau tidak. Awal berjualan disana, ia selalu menjualnya sendiri, tapi lama kelamaan ia merasa letih. Lalu ia menitipkannya ke kantin.

"Ternyata burger saya laris. Banyak anak-anak yang suka. Kata mereka burger saya enak. Penjualan saya disana terus naik. Tapi meski naik saya putuskan untuk berhenti. Sebab harga ayam naik. Dari Rp 30 ribu per ekor menjadi Rp 45 ribu per ekor. Kalau saya tetap bertahan dengan harga Rp 8 ribu, darimana saya mendapatkan untung. Sementara menaikan harga juga tidak mungkin karena anak-anak pasti keberatan," ujar dia.

Lalu ia pun mencoba berjualan melalui Facebook dikarenakan orang yang menggunakan Facebook sudah semakin banyak. Ia berharap dengan berjualan disini penjualannya bisa lebih luas dan lebih banyak. Ia juga telah menyiapkan kurir untuk mengantar burger ketempat tujuan jika ada pesanan. Harapannya terkabul, burgernya laris. Puluhan burger selalu terjual setiap harinya.

Bibah Burger
Bibah Burger (Tribunlampung/Dini)

Setelah itu ia mencoba berjualan lewat instagram. Hal ini ia lakukan karena dorongan dari anaknya. Menurut anaknya, orang yang menggunakan instagram sudah banyak. Sehingga dengan berjualan lewat instagram ada kemungkinan burgernya akan laris.

Setelah sukses berjualan online, ia membuka booth didepan rumahnya karena selain online ia juga ingin menjual burger secara langsung. Selain itu booth ini juga dibuka karena banyak permintaan untuk menjadi reseller. Kini penjualan semakin laris. Pelangganya buman hanya dari Bandar Lampung tapi juga diluar Bandar Lampung dan total burger yang terjual mencapai ratusan setiap harinya.

Tags
Burger
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved