Kata Syahrini Soal Namanya Disebut-sebut dalam Kasus First Travel

First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya.

Editor: taryono
instagram.com/firsttravelofficial
Syahrini dan keluarganya pernah umrah bareng pakai First Travel. | instagram.com/firsttravelofficial 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Penyanyi Syahrini menolak berkomentar tentang dirinya yang pernah mempromosikan jasa agen perjalanan First Travel yang sekarang tersandung kasus dugaan penipuan.

"Tidak mau menjawab di luar konteks acara, oke," kata Syahrini usai mengisi acara ulang tahun salah satu stasiun televisi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/8) malam.

Ketika ditanya apakah saat itu perjalanan umrahnya itu adalah endorsement dari First Travel atau barter seperti almarhum Julia Perez, Syahrini tetap bungkam. Ia menyerahkan kepada manajemennya untuk menjawab.

"Kayaknya enggak ada sangkut paut dengan aku. Mungkin dengan manajemen ya, terima kasih," kata pelantun Sesuatu itu.

Manajer sekaligus adik kandungnya, Aisyahrani atau Rani, buru-buru menimpali bahwa ia yang akan menjawab semua masalah itu.

"Nanti itu sama saya. Nanti aku akan jawab," kata Rani.

Sebelumnya, polisi menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, perancang Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya.

Pembeli tergiur dan memesan paket umrah. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat.

Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berencana memeriksa sejumlah artis yang mempromosikan First Travel.

Di antara artis yang disebut-sebut terkait promosi First Travel ini adalah Ria Irawan, Syahrini, dan almarhum Jupe yang pernah menggunakan jasa First Travel.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, jika para artis diperiksa, nantinya baru sebatas saksi untuk melihat sejauh mana keterlibatan mereka sebagai bintang iklan atau lebih dari itu.

"Kami akan lihat konteksnya dahulu. Apakah dia peserta, bintang iklan yang dibayar secara profesional, atau lebih dari itu," katanya.

(Andi Muttya Keteng Pangerang/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved