Pembatas Flyover Tidak Jelas, Avanza Seruduk Seng Hingga Ringsek
penanda rambu pembatas seng tersebut harusnya ditambahi dengan rambu seperti mata kucing yang ditanam di pinggir jalan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: taryono
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Pembatas jalan yang dipajang berjejer sepanjang proyek flyover di simpang Mall Boemi Kedaton (MBK), Jalan ZA Pagar Alam dikeluhkan pengguna jalan.
Pembatas yang terbuat dari seng berwarna merah tersebut dinilai tidak memadai sebagai pembatas karena warnanya yang dinilai kurang cerah dan tidak terlihat jelas terutama pada saat hari gelap.
Pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 05.30 WIB, Parno, seorang pengendara mobil menabrak pembatas tersebut hingga bodi mobilnya ringsek parah. "Warnanya saja merah hati begitu, tidak begitu kelihatan kalau gelap," kata Parno.
Menurut Parno, saat kecelakaan terjadi, dia mengaku sama sekali tak sedang mengantuk atau tidak sadar.
Warga Telukbetung yang mengendarai Avanza BE 1861 AG itu mengatakan, saat itu dia baru saja mengantarkan anaknya merias di Kampung Baru, Unila.
Setiba di depan Lembaga Pendidikan Kumon, mobilnya menabrak seng pembatas flyover. Selain karena penanda rambu yang tidak begitu terlihat, Parno juga mengeluhkan penerangan yang tidak memadai. "Sudah pembatasnya tidak terlihat, lampunya juga tidak memadai," keluhnya.
Usut punya usut, kecelakaan serupa juga pernah terjadi di lokasi proyek flyover MBK.
Menurut penuturan warga sekitar, sebelumnya juga pernah ada mobil yang menabrak seng pambatas itu pada malam hari.
"Kalau malam kan memang beda terangnya, apalagi pembatasnya pendek dan warnanya tidak begitu mencolok. Dulu di dekat SD itu pernah juga mobil nabrak," kata Daus, warga sekitar.
Menurut dia, penanda rambu pembatas seng tersebut harusnya ditambahi dengan rambu seperti mata kucing yang ditanam di pinggir jalan.
"Jadi kalau kena sorot lampu dari jauh bisa mantul cahayanya, langsung kelihatan. Kalau agak gelap begini memang susah, apalagi kalau tidak biasa lewat sini," imbuhnya.
Selain warna pembatas, pengendara juga mengeluhkan penyempitan jalan di Jalan ZA Pagar Alam dari arah Rajabasa yang tinggal satu jalur saja.
"Itu sempit banget, kalau pagi macet parah. Dari 3-4 mobil jadi cuma satu mobil. Pernah juga saya nyenggol seng pembatas itu karena jalannya terlalu sempit. Serba salah, mau mepet kanan kena seng, mepet kiri kena mobil lain," kata Dedi.
Pengawas pembangunan flyover MBK, Sutarno, mengatakan pihaknya telah melakukan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk soal seng pembatas jalan.
"Masa tidak kelihatan sih. Kalau dugaan saya, pengendara yang menabrak itu mengantuk," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/flyover-di-depan-mbk_20170910_140720.jpg)