Kakak Beradik Habisi Ayah Tiri, Bapak Kandung Bicara Istri Dirampas
Pembunuhan dilakukan karena dendam pribadi kakak beradik terhadap ayah tirinya yang melarang ketemu ibu kandungnya
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Safruddin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID TULANGBAWANG --Satuan Reskrim Polres Tulangbawang berhasil menangkap PA (27) dan RD (19) warga Teluk Betung Selatan Kodya Bandar Lampung, pelaku pembunuhan ayah tiri di Kampung Kuala Teladas Kecamatan Dente Teladas, Tulangbawang, Minggu (10/09/2017).
Kedua tersangka dibekuk selang 2 jam setelah melakukan pembunuhan terhadap ayah tirinya Sa'ad Bin Tuan (45) Minggu petang sekitar pukul 18.00 wib
Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo mengatakan, kedua tersangka dibekuk di jalan poros Km 41 PT Indo Lampung Perkasa.
Dua kakak beradik itu dibekuk saat sedang berada di dalam mobil pick up daihatsu grand max warna putih.
Polisi menembak kaki keduanya lantaran berupaya kabur saat akan ditangkap.
"Ini (penangkapan) hasil koordinasi yang baik antara tim Tekab 308 Polres Tuba dan Polsek Gedung Meneng. Setelah kejadian blokade semua jalan keluar dari Dente Teladas," papar Raswanto saat ekspose di Mapolres Tuba, Senin (11/09/2017 sore.
Kasatreskrim AKP Donny Kristian Baralangi menambahkan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka bermula ketika sekitar pukul 18.10 Wib kedua tersangka mendatangi kediaman korban di Kampung Teladas.
Keduanya sengaja datang dari Bandar Lampung untuk bertemu dengan ibu kandung pelaku berinisial SI.
SI sendiri telah dinikahi oleh korban dan dijadikan istri kedua sejak akhir tahun 2014.
Adapun status SI dan Irawan (ayah kandung pelaku) masih terikat perkawinan yang sah.
"Berdasarkan keterangan keduanya, mereka datang ke rumah korban untuk bertemu dengan ibunya, karena kangen sudah 3 tahun tidak pernah bertemu. Maksud kedatangan kedua kakak beradik ini juga untuk memberitahu kepada ibu kandungnya kalau adik mereka yang umur 6 tahun sakit," papar Donny.
Namun saat itu, kedatangan keduanya di tolak oleh Sa'ad.
Oleh Sa'ad, PA dan TD tidak diperkenankan untuk bertemu dengan SI, ibu kandung mereka.
"Nah saat itu, tiba-tiba korban (Sa'ad) mendatangi PA dan RD sambil membawa sebilah golok dan memaki-maki keduanya. Terjadilah keributan antara mereka bertiga," papar Donny.
Hasil penyelidikan polisi, pembunuhan tersebut bermotif dendam pribadi karena semenjak ibu pelaku dinikahi oleh korban sampai saat itu pelaku tidak diperbolehkan bertemu dengan ibu kandungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pembacok-bapak-tiri_20170911_001146.jpg)