Kakak Beradik Habisi Ayah Tiri, Bapak Kandung Bicara Istri Dirampas
Pembunuhan dilakukan karena dendam pribadi kakak beradik terhadap ayah tirinya yang melarang ketemu ibu kandungnya
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Safruddin
Sementara berdasarkan pengakuan RD, salah satu tersangka, aksi pembunuhan tersebut dilakukan karena terpaksa.
Ketika itu, RD mengatakan, korban Sa'ad yang memulai menyerang duluan dengan golok.
"Dia datang dari samping rumah bawa golok. Dan langsung ngebacok kepala saya, untungnya saya pakai helem. Posisi saya waktu itu masih diatas motor. Dia datang sambil marah-marah," terang RD saat di wawancarai wartawan di Mapolres Tuba, Senin petang.
Saat Sa'ad hendak menyerang untuk kedua kalinya, PA kakak RD langsung merangkul Sa'ad.
"Dia mau ngebacok lagi trus dirangkul sama kakak saya. Terus si Sa'ad ini malah nyerang kakak saya. Kakak saya kena bacok di tangan sampai pendarahan," beber RD.
Usai menyerang PA, Sa'ad kemudian kembali berupaya menyerang RD.
"Tapi kesandung trus langsung jatuh. Waktu itulah saya rebut goloknya dan saya bacok kebagian kepala dia, pinggang dan dagu," paparnya.
Dia membantah kalau ketika itu Sa'ad di gorok dibagian lehernya.
"Bukan di gorok tapi di bacok oleh kakak saya," katanya.
RD mengaku menyesali perbuatannya.
Dia mengaku terpaksa melakukan hal tersebut lantaran terdesak.
"Dia sudah merampas ibu saya. Padahal dia (ibu) sama ayah saya statusnya belum cerai. Kami selama ini tidak boleh ketemu sama ibu saya. Dan saya kesana untuk kasih tahu adik saya sakit. Dan (adik pelaku) selalu manggil-manggil ibu," terang RD.
Sementara Irawan (49), ayah kandung pelaku mengaku tidak mengatahui niat PA dan RD yang mendatangi kediaman Sa'ad di Kuala Teladas.
Irawan yang sengaja datang ke Polres Tuba untuk membesuk anaknya mengaku baru mengetahui aksi pembunuhan itu sekitar pukul 20.00 wib Minggu malam.
"Saya nggak tahu, kalau saya tahu nggak saya bolehin. Anak saya datang kesana untuk ngasih tahu ibunya kalau anak saya yang kecil sakit. Badannya panas, dan manggil-manggil ibunya," terang Irawan, Senin petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pembacok-bapak-tiri_20170911_001146.jpg)