Jasad Sopir Taksi Online yang Ditikam Puluhan Kali Disambut Isak Tangis

Ambillah mobilnya jangan ambil nyawa nya. Ini sudah diambil mobil dan uangnya diambil mobilnya dibunuh lagi dengan 26 tusukan.

Editor: taryono
tribun medan
korban pembunuhan dan mobil korban 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Perampokan dan pembunuhan menelan korban jiwa dari kalangan pengendara angkutan berbasis aplikasi dalam jaringan (online).

Sopir Grab, David Julher Simanjuntak (46 tahun), ditemukan meninggal dunia di parit Jalan Sempurna Medan, Minggu (24/9) dini hari.

Badannya mengalmi luka-luka tikaman, dan mobil jenis Avanza masa pakainya lima bulan, dirampas.

Dua kasus dalam dua hari berutur-turut, dan tiga kejadian dalam 25 hari terakhir.

Yorida Sihombing, istri sopir taksi online David Julher Simanjuntak mengungkapkan tak habis pikir terhadap kejahatan yang menimpa suaminya. Ia tak menyangka suaminya harus kehilangan nyawa oleh 26 tusukan di tubuhnya.

"Ambillah mobilnya jangan ambil nyawa nya. Ini sudah diambil mobil dan uangnya diambil mobilnya dibunuh lagi dengan 26 tusukan. Kejam kali lah pembunuh itu, pasti orang yang pakai narkoba nya itu," kata Yorida saat ditemui Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, di rumah duka, di Jalan Kemiri-II, Gang Harjo, Medan, Minggu (24/9).

Baca: Bunuh Sopir Grab, Dua Pelaku Ditembak Mati

Puluhan hingga ratusan pelayat terus mendatangi kediaman almarhum David Simanjuntak di Jalan Kemiri-II, Gang Harjo, Medan.

Kerabat yang datang memadati pelataran depan rumah hingga ruang keluarga. Sedangkan beberapa pemuda setempat menata areal parkir.

Iring-iringan mobil ambulans tiba di rumah duka, pada Minggu, pukul 14.20 WIB, ratusan pelayat yang telah menunggu langsung histeris. Beberapa pelayat perempuan langsung memeluk Dita Simanjuntak (16), anak perempuan pertama, saat mobil ambulans tiba di rumah duka.

Tak berselang lama, suara tangis pecah, saat beberapa pemuda mengangkat jenazah David Simanjuntak dari mobil ambulans menuju rumah. Sedangkan Yorida Sihombing yang duduk di sofa teras depan rumah meneteskan air, sembari menyebut nama suaminya.

"Bapak, oooo Pak, cemananya ini, cepat kali kau pergi," ujarnya menangis histeris, sembari mendapatkan pelukan dari perempuan yang mengenakan kaos oranye.

"Sabar ya Kak, tabah Kak, ingat anak-anak. Kakak harus kuat menghadapi cobaan ini," ujar wanita berbadan gempal yang mengenakan kaos oranye itu.

Begitu jenazah disemayamkan di ranjang beralas kain serba putih, para kerabat mulai memadati ruang keluarga. Sedangkan Dita tidak kuasa menahan air mata, tangisnya pecah sembari memeluk jasad orangtuanya yang sudah mengenakan kemeja putih berbalut jas hitam.
"Bapak-bapak," teriak Dita saat memegang tubuh mendiang David Julher Simanjuntak, mendiang ayahnya.

David Julher Simanjuntak warga Jalan Kemiri II Gangan Harjo No 19, Medan, ditemukan meninggal sekita pukul 01.00 WIB, Minggu (24/9) dini hari. Jasad David terkapar di parit. Dalam kondisi tak bernyawa, David tampak mengenakan kaus hitam dengan celana jins biru.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved