Seniman Lukis Liontin Sukses Menggambar 50-an Tokoh Dunia dan Artis
Ia membuat lukisan yang dituangkan dalam bentuk liontin berbahan kayu jati londo. Hingga kini, ia sudah mengoleksi gambar 50-an tokoh dunia
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eddy Purwantoro bisa jadi salah satu pelukis di Lampung yang memiliki terobosan baru dalam karyanya. Ia membuat lukisan yang dituangkan dalam bentuk liontin berbahan kayu jati londo. Hingga kini, ia sudah mengoleksi gambar 50-an tokoh dunia dan artis di liontin kayu ini.
Eddy menceritakan, awal mulanya menciptakan karya seni lukis dalam bentuk liontin ini karena jenuh melukis di atas kanvas. Dari itu ia mulai memikirkan media apa yang bisa menjadi ladang baru ide kreatifnya. Lalu terciptalah seni lukis liontin tersebut.
"Idenya memang datang mendadak, baru beberapa bulan ini. Nah, biasanya kan saya selalu melukis di atas kanvas atau kertas. Dari situ saya punya ide untuk berkarya melalui media lain, dan singkat cerita saya menemukan media lukis berupa kayu jati londo," ujar Eddy, Selasa (3/10).
Menurutnya baru dirinya yang membuat lukisan liontin kayu jati londo ini di Lampung. Dalam membuat karya seni ini, Eddy menggunakan teknik transparan yaitu memakai drawing pen, kuas, dan cat.
"Lukisan yang saya buat ini di atas kayu jati londo berukuran globalnya 3x6 cm berupa liontin. Gambarnya macam-macam, mayoritas lukisan tokoh-tokoh dunia, tokoh filsafat, pemusik dan lain-lain seperti Aristoteles, Gus Dur, Iwan Fals, Karl Max, artis Emma Watson dan banyak lagi," jelas Eddy yang seni lukisnya beraliran realism.
Sudah ada sekitar 50-an tokoh atau artis yang dilukis Edi dalam liontin jati londo ini. Semua lukisan ini murni dibuat secara handmade. Menurutnya, keunikan atau kelebihan melukis di kayu jati londo tersebut ialah dari serat kayunya yang bagus dan khas, dan bahannya tergolong mudah didapat.
Dengan melukis di media kayu jati londo ini, warna lukisannya vintage alami, menghasilkan warna-warna alam. Eddy mengatakan, tujuannya membuat karya lukis liontin tersebut adalah hanya sebagai ajang eksperimen dan untuk mengisi kekosongan hari-harinya saja.
Saat ini, karya Eddy tersimpan rapi di saung seni, Ragam Kriya & Etnik Aksesoris Rimbaraya 88 yang terletak di Jalan Ki Maja, Way Halim. Selain menuangkan pemikiran kreatifnya sendiri, Eddy pun bersedia melukiskan gambar apa yang mau dipesan oleh pengunjung saungnya.
Eddy pun menyarankan para pemesan melukis gambar orangtuanya sendiri. Menurutnya, banyak orang yang suka dengan tokoh-tokoh dunia namun seringkali melupakan orangtua sendiri. "Saya ingin menciptakan fashion baru di Lampung, khususnya di dunia handcraft melalui karya seni saya ini," ucap Eddy.(yoga noldy perdana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/karya-eddy-purwantoro_20171004_230907.jpg)