Anggota TNI Vs Pengemudi - Netizen Beri Dukungan, Kasus Masih Lanjut dan Pelapor Belum Damai
Netizen Beri Dukungan Pada Lettu Satrio, Kasus Masih Lanjut dan Pelapor Belum Bicara Damai.
Kabar beredar di media sosial, konon Bimantoro disebut-sebut anak dari salah satu jenderal yang berpangkat bintang dua di TNI AL.
Gig menjelaskan, kronologi peristiwa perkelahian tersebut.
Saat itu, kata dia, Lettu Satrio Fitriandi yang sedang berboncengan dengan istrinya melaju di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.
Tiba-tiba, pengendara mobil Mazda berwarna merah dengan nomor polisi B 1599 PVH membuka jendela dan membuang sampah. Namun, sampah yang dibuangnya itu mengenai istri Lettu Satrio.
Tak terima istrinya terkena sampah yang dibuang pengendara mobil, Lettu Satrio menghentikan mobil tersebut.
Akhirnya Lettu Satrio dan pengendara mobil tersebut terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian.
"Saat ini kasus tersebut telah diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan mengingat kedua belah pihak adalah keluarga besar TNI, dan informasi berikutnya akan disampaikan lebih lanjut karena kasus tersebut sudah ditangani Polsek Pulogadung dan POM TNI AL," kata Gig.
Berikut komentar netizen di kolom komentar lama @Tribunmedancom:
@Andiee MiCkilee: Buang sampah smbarang pengendara mobil..di tegur pak TNI..pengendara mobil ga terima terjadilah baku hantam.
@Timmy Manizee PERTAMA: BUANG SAMPAH SEMVARABGAN ITU SUDAH MELANGGAR ATURAN HUKUM,BISA KENA DENDA... KEDUA: KEBETULAN YANG KENA KEMPARAN SAMPAH ANGGOTA TNI,KALAU YANG KENA LENPARAN SAMPAH ITU GENG PREMAN LANGASUNG MELAYANG ITU NYAWA!!!
@Robert Sinaga: Sama2 keluarga besar tni al dua2 nya, bpknya si pengemudi tuh jendral bintang 2
@Ryuzen: Sudah dewasa kok masih suka buang sampah sembarangan? Dulu ortunya ngajarin gak? Trus di sekolah ngapain aja? Bukannya jaga kebersihan juga dijelaskan di Al Kitab? Knp kok masih buang sampah sembarangan?
Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan kasus itu masih berlanjut prosesnya.
Dia juga mengaku belum tahu apakah akan ada mediasi terkait kasus itu atau tidak.
"Masih akan kita periksa saksi-saksi yang di lapangan. Sampai saat ini baru satu orang yang melaporkan," kata Sapta kepada wartawan.
