4 Hari Usai Choirul Huda Wafat, Persela Lamongan Kembali Berduka, Pemain Mudanya Jadi Korban
4 Hari Usai Choirul Huda Wafat, Persela Lamongan Kembali Berduka, Pemain Mudanya Jadi Korban.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - 4 Hari Usai Choirul Huda Wafat, Persela Lamongan Kembali Berduka, Pemain Mudanya Jadi Korban.
Setelah kepergian penjaga gawang legenda Choirul Huda, Persela Lamongan kembali mendapat masalah saat melawat ke kandang Semen Padang, Kamis (19/10/2017).
Baca: Begini Gawatkah Lampung? Kapolda Murka, Pasukan Brimob Diturunkan Hadapi Perampok yang Merajalela!
Belum ada sepekan semenjak meniggalnya Huda, salah satu pemain muda persela kembali menjadi korban.
Sandi Septian, gelandang muda Persela mengalami patah tulang selangka setelah terlibat benturan dengan gelandang tengah Borneo FC, Flavio Beck Junior.
Sandi langsung dibawa menuju RSUD DR Wahab Syahrani untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih serius.
Kemudian, wasit yang memimpin pertandingan itu mendapat sorotan.
Hal ini lantaran dirinya hanya mengganjar Flavio dengan kartu kuning.
Baca: Bekerja 12 Jam Sehari Selama 7 Tahun Tanpa Dibayar Lembur, Pria Ini Dapat Ganti Rugi Menakjubkan!
Padahal, Flavio terlihat dengan sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengenai dada Sandi hingga jatuh.
Dilansir BolaSport.com dari surabaya.tribunnews.com, pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso membeberkan kekecewaannya mengenai kepemimpinan wasit pada laga itu.
Baca: Ini Sosok Andi Erni Astuti, Istri yang Bunuh Ketua DPRD karena Cemburu! Ternyata Orangnya Begini
"Terus terang saya merasa sedih dengan kepemimpinan wasit yang seperti itu," ujar Aji.
Aji Santoso mengaku dirinya sampai menangis lantaran melihat kondisi anak asuhnya tersebut.
"Itu anak asuh saya sampai tulangnya patah dan dibawah ke rumah sakit, dan parahnya wasit hanya memberi kartu kuning kepada pemain Borneo," Sesal Aji Santoso, Jumat (20/10/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tangisan-pemain-dan-staf-persela-lamongan_20171020_194842.jpg)