Toko Perhiasan Dibobol Maling
BREAKING NEWS: Perempuan Ini Terus Menangis Barang Dagangannya Raib Digasak Maling
Pemilik toko perhiasan Sahabat Silver, Idawati (40), terus menangis karena barang dagangannya
Penulis: hanif mustafa | Editor: wakos reza gautama
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemilik toko perhiasan Sahabat Silver, Idawati (40), terus menangis.
Toko miliknya dibobol maling, Jumat, 24 November 2017. Selain toko milik Idawati, maling juga membobol toko perhiasan Khairunnisa Silver yang berada di Pasar Bambu Kuning, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Baca: Truk Fuso yang Akibatkan Ambruknya Jembatan Bailey Krui Belum Dievakuasi dari Sungai
Wanita paruh baya ini nampak syok, barang dagangan yang baru diisinya hari kemarin harus ludes dibawa lari maling.
"Saya itu baru isi etalase saya, baru kulakan, pakai darah ini saya, kok cuman diambil begitu saja, saya gak ikhlas," seru Wati saat di lokasi, Jumat 24 November 2017.
Toko Idawati bukan satu-satunya yang dibobol maling. Ada satu kios lagi yang ludes dibobol maling, yakni Khoirunnisa Silver.
"Tega bener orang yang maling, saya cari modal kayak gini bertahun-tahun, bukan saya saja tapi samping saya Khoirunnisa Silver juga ludes tapi sebagian," sebutnya.
Wati pun menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian dari Polresta datang untuk cek lokasi sekitar 9.45 WIB.
"Ini sudah dicek sama polisi, pokoknya saya pengen ketemu malingnya, barang saya gak balik gak papa, asal orangnya ketemu, tega banget yang nyuri," pungkasnya.
Baca: Tim Yustisi Kota Bandar Lampung Jaring 11 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Menurut Rahmad (40) pemilik toko perhiasan Khairunnisa Silver mulanya dia tidak mengetahui kejadian ini.
"Saya itu baru tahu setelah ditelepon sama putri yang jaga toko Sahabat Silver, suruh ke pasar segera sekitar jam 8.30 WIB," ujarnya kepada Tribun Lampung, Jumat 24 November 2017.
Rahmad menuturkan sesampainya di kiosnya ternyata barang dagangannya berupa perhiasan perak habis disikat kawanan pencuri.
"Ya sampai pasar gak tahunya terpal penutup sudah terbuka setengah, dan pintu dibobol, saya lihat dagangan saya hilang 6 nampan," katanya sembari terbata-bata.
Rahmad mengaku total perhiasan yang hilang ada sekitar 4 hingga 5 kilogram.
"Ya kemungkinan modal itu 50 juta, kalau plus untung bisa 100 juta," sebutnya.