Hanya 2 Napi di Rutan Kotabumi Lampung Utara yang Dapat Remisi Natal, Kenapa Sedikit Ya?

Dua napi di Rutan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, mendapatkan remisi natal tahun ini

Hanya 2 Napi di Rutan Kotabumi Lampung Utara yang Dapat Remisi Natal, Kenapa Sedikit Ya?
Tribunlampung/Anung
ilustrasi petugas rutan kotabumi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sebanyak Dua napi di Rutan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, mendapatkan remisi natal tahun ini.

Kepala Rutan kelas II B Kotabumi, Lampung Utara, Rony Kurnia, pemberian remisi dikarenakan beberapa hal.

Baca: Ucapan Mengejutkan Ashanty Saat Stres: Mas Anang, Kamu Pergi Saja Cari Cewek Lain

Bagi yang mendapatkan remisi, lanjut dia, selama menjalani proses pembinaan tidak melakukan tindakan yang bisa menghapus hak-haknya.

Termasuk perkelahian, kabur, atau hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

“Kalau kabur, kita akan hapus haknya. Baik remisi, bebas bersyarat, atau pun hak-hak lainnya. Jadi, remisi ini tidak bisa diberikan sembarangan dan harus melalui kajian terlebih dahulu. Saya harap ke depan terus memperbaiki sikap dan tidak melakukan pelanggaran yang bisa menghapuskan hak-hak tersebut,” bebernya di Lampung Utara.

Kepala Rutan kelas II B Kotabumi, Lampung Utara, Rony Kurnia, mengungkapkan, untuk remisi Natal memang jauh lebih sedikit dibandingkan remisi Lebaran ataupun remisi hari kemerdekaan.

Karena remisi Natal ini hanya untuk napi atau warga binaan yang beragama Kristen. Sedangkan yang beragama lain tidak mendapatkannya.

 Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada WBP sebagaimana diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat Dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Baca: Usai Video Panasnya dengan Ariel Noah Beredar 7 Tahun Lalu, Begini Kabar Cut Tari Sekarang!

Ketentuan remisi diatur juga di KEPPRES Nomor 174 /1999 tentang Remisi dan peraturan perundangan sebagaimana ketentuan dalam PP nomor 28 tahun 2006 dan PP nomor 99 tahun 2012.

Narapidana yang mendapatkan remisi khusus adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, di antaranya telah berstatus sebagai narapidana minimal enam bulan pidana penjara, tidak melakukan pelanggaran selama menjalani pidana, serta aktif mengikuti program dan kegiatan pembinaan di lapas/rutan.

Penulis: anung bayuardi
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved