Menteri Susi Setop Penenggelaman Kapal Maling Ikan Usai Ditegur Keras Menteri Luhut

Menteri Susi Setop Penenggelaman Kapal Usai Ditegur Keras Menteri Luhut

Penulis: taryono | Editor: taryono
Twitter - Menteri Susi muncul dalam karakter komik Jepang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA  - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar rapat koordinasi. Rapat tersebut dihadiri para menteri dari sektor perhubungan, pariwisata, energi, serta kelautan dan perikanan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan keinginannya agar tak ada penenggalaman kapal tahun ini.

Keputusan tersebut ditujukan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang terkenal karena kinerjanya memberantas kapal penangkapan ikan ilegal.

Baca: Ardavan Ungkap Perlakuan Cita Citata kepada Orangtuanya, Nggak Nyangka Banget

"Perikanan sudah diberi tahu tidak ada penenggelaman kapal lagi tahun ini. Ini perintah! Sudah cukuplah itu," ujar Luhut di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Luhut mengajak para menterinya untuk fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya dengan menggenjot ekspor hasil perikanan di dalam negeri yang sudah meningkat tajam produksinya.

"Sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita naik. Bagaimana penangkaran ikan ini jalan, sehingga, misalnya ikan napoleon yang ditangkar di Natuna ada 35ribu ekor bisa dieskpor," papar Luhut.

Luhut menambahkan, pemerintah tidak akan membuat kebijakan yang mengganggu kenyamanan nelayan. Salah satu kebijakan yang akan dikaji ulang adalah pelarangan menggunakan cantrang.

"Cantrang sudah dipetakan. Jangan ada lagi namanya kebijakan yang membuat nelayan kita tidak nyaman," pinta Luhut. 

Apa tanggapan Menteri Susi?

Susi pun mengaku bingung terkait dengan larangan penenggelaman kapal pencuri ikan tersebut.

Dirinya tak mengetahui alasan pasti Luhut yang memintanya untuk tak lagi menenggelamkan kapal.

"Kenapa sampai dilarang ? Saya tidak tahu alasannya," kata Susi  seperti diberitakan detik, Jakarta, Selasa (9/1/2017).

Lebih lanjut, Menteri nyentrik itu mengatakan agar lebih baik mengkonfirmasi langsung hal tersebut kepada Luhut. Sebab, Luhut lah yang meminta hal tersebut.

"(Alasannya) Tanya beliau (Luhut) saja," kata Susi. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved