Dituding Hina Nabi Muhammad SAW, Ustad Abdul Somad Beri 10 Klarifikasi Ini. Katanya Begini

Setelah kasus penolakan memberi ceramah di Hongkong dan Bali sempat jadi perbincangan, kini Ustad Abdul Somad muncul dengan persoalan baru.

Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id/Perdiansyah
tabligh akbar ustaz abdul somad 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lagi-lagi Ustad Abdul Somad menjadi perbincangan warganet.

Setelah kasus penolakan dirinya untuk memberi ceramah di Hongkong dan di bali beberapa waktu lalu sempat jadi perbincangan, kini UAS muncul dengan persoalan baru.

Baca: Setelah Mengubur Anakku, Mungkin Aku Akan Mengubur Ayahku, Ujar Ibu yang Keluarganya Sakit Parah

Kali ini perbincangan panas tersebut muncul menyusul beredarnya potongan video ceramahnya di acara Muktamar HTI di Riau, pada Agustus 2017 lalu.

Di dalam potongan video yang beredar di dunia maya, UAS dituding telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Pada potongan video tersebut, Abdul Somad seakan-akan menyebut Nabi Muhammad tidak bisa mewujudkan Rahmatan Lil Alamin.

Menanggapi hal tersebut, UAS yang sedang menjalankan ibadah umrah memberikan klarifikasi lewat akun instagramnya.

Baca: LIVE STREAMING Golden Disc Awards 2018 Hari Kedua, Tonton di Sini Mulai Jam 15.00 WIB!

Di dalam klarifikasinya, Abdul Somad menyebut jika video ceramahnya tidak ditampilkan utuh alias telah dipotong.

Berikut klarifikasi lengkap Abdul Somad soal video tersebut:

Klarifikasi UAS Terkait Video:

1. Mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat. Karena selama umroh saya tidak beli nomer baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. Hanya pakai wifi hotel saja.

2. Video pertama di depan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas. Semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai dai dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam.

3. Video kedua di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Saya sebagai dai luar HTI.

4. Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Usia Nabi dibagi tiga

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved