Oesman Sapta Odang "Digoyang", Ini Pesan Andi Surya kepada Hanura Lampung

Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding menunjuk Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai pelaksana tugas ketum.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: yoso muliawan
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana
Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding menunjuk Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai pelaksana tugas ketua umum. Kubu Sudding "menggoyang" posisi Ketum Oesman Sapta Odang alias OSO. Mereka akan menyelenggarakan Munaslub dalam waktu dekat.

Menyikapi polemik tersebut, Wasekjen DPP Partai Hanura Andi Surya mengungkapkan, OSO telah memutuskan mengganti Sudding sebagai sekjen. Penggantinya adalah Hari Lotung Siregar.

Alasannya, Sudding telah menggerogoti kewibawaan partai melalui penggalangan mosi tak percaya kepada OSO.

"Tadi pagi hingga siang, saya mengikuti rapat harian DPP di Hotel Manhattan (Jakarta). Agenda utamanya, membahas verifikasi partai menghadapi Pemilu 2019," ujar Andi melalui rilis, Senin (15/1/2018).

"Selain itu, membahas perkembangan terkini terkait mosi tidak percaya terhadap Ketum OSO. Motornya adalah Syarifudin Sudding dan Daryatmo," sambung mantan ketua DPD Partai Hanura Lampung ini.

"Berdasarkan hasil rakernas lalu, OSO sudah menyatakan segera melakukan reposisi dan penyempurnaan pengurus harian yang baru."

Dalam polemik ini, Andi menilai, sebagian komponen partai tidak siap menyesuaikan diri dengan sistem dan prosedur internal ala OSO.

"Akhirnya, mereka mengambil tindakan tidak rasional yang justru kontraproduktif, menggerogoti kesatuan dan kesolidan partai. Karenanya, Ketum OSO akan segera bertindak tegas membersihkan DPP dari unsur dan anasir yang mengganggu kesolidan partai," kata Andi.

Menurut Andi, dua pertiga dari pengurus harian DPP yang hadir dalam rapat setuju OSO mengambil langkah untuk menyelamatkan Hanura. Apalagi, kata dia, sekarang banyak tokoh daerah yang berminat masuk Hanura, termasuk ingin mengikuti Pemilihan Legislatif 2009.

"Kepada Hanura Lampung, saya sudah mengimbau agar DPD dan DPC-DPC (kabupaten/kota) tidak ikut-ikutan dalam dinamika yang berkembang di DPP. Tunggu saja hasil konsolidasi Ketum OSO," tandas Andi.

Sarifuddin Sudding mengungkapkan, perwakilan 27 DPD, sekitar 400 DPC, unsur Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Kehormatan, hingga Pengurus Harian DPP hadir saat rapat pencopotan OSO.

"Segala tindakan (OSO) yang mengatasnamakan partai, tidak sah," ujarnya.

Sudding menyatakan, keputusan OSO dalam rapat harian di Hotel Manhattan, Senin siang, tidak berdasar. Sebab, menurut dia, pihaknya telah memecat OSO terlebih dahulu.

"Tidak memiliki legitimasi lagi mengatasnamakan partai dalam mengambil suatu kebijakan. Saya kira, beliau panik setelah kami mengambil keputusan tadi," katanya.

OSO tampak memimpin rapat di Hotel Manhattan. Ia datang bersama sejumlah pengurus DPP. OSO enggan berbicara mengenai polemik yang terjadi. "Nanti saja, saya rapat dulu," katanya. (ben/tribunnetwork/gle/rio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved