Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Bawaslu Temukan Beras dan Kalender Paslon di Pesawaran

Ini menjadi kasus pertama yang ditangani Bawaslu Lampung setelah penetapan calon pada 12 Februari lalu.

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Baru dua hari lalu, tepatnya Rabu 14 Februari 2018, Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung bersama empat calon gubernur dan forkopimda terkait melakukan deklarasi anti politik uang. Jumat 16 Februari 2018, Bawaslu Lampung menemukan beras dan kalender bergambar pasangan calon di Kabupaten Pesawaran.

Baca: Melongok Tugu Gajah Mada di Pringsewu, Tempat Laskar Corps Polisi Militer Ditembaki Pesawat Belanda

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah (Khoir) langsung road show ke kabupaten untuk mengawasi temuan dugaan politik uang di Pilgub Lampung 2018. Ini menjadi kasus pertama yang ditangani Bawaslu Lampung setelah penetapan calon pada 12 Februari lalu.

“Saya hari ini berada di Panwas Pesawaran, kami menemukan ada beberapa bingkisan beras, yang juga ada kalendernya, pasangan calon nomor urut 4,” kata Khoir.

Baca: 5 Fakta Penangkapan Dhawiya Zaida, Diciduk Bareng Kakak dan Kekasihnya

Menurutnya temuan ini ada di tiga kecamatan yang ada di Pesawaran.

“Itu tidak di satu tempat, ada di tiga tempat. Pertama di Punduh Pidada 10 karung, Gedongtataan 9 karung, Marga Punduh 7 karung. Sebagian sudah terdistribusi ke masyarakat,” katanya.

Khoir mengatakan langkah yang mereka lakukan, untuk menangani dugaan pelanggaran politik uang ini, mereka berkoordinasi dengan Sentra pelayanan penegakan hukum terpadu (Gakumdu) yang khusus menangani pidana pemilu.

“Selanjutnya kita minta Panwas barang-barang harus diamankan, dan segera berordinasi dengan Sentra Gakumdu. Kita memastikan bahwa barang-barang itu tidak terdistribusi kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya kasus serupa juga ditemukan di Kabupaten Pringsewu. Namun, di Prignsewu mereka tidak menemukan kalender, stiker pasangan calon.

“Di Pringsewu kami menemukan beras di dalam gudang sekitar 4 ton. Beras itu semula diduga untuk politik uang, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan di gudang tidak ada stiker atau tanda nomor urut pasangan calon,” kata Khoir.

Menurutnya, mereka akan terus melakukan pemantauan dugaan politik uang di Lampung. Terlebih Bawaslu RI mengindikasikan Lampung rawan ketiga politik uang.

“Ini bagian dari implementasi kita terhadap gerakan melawan dan menolak politik uang yang baru dideklarasikan  14 Februari lalu,” pungkasnya. (ben)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved