Suami Kena Tumor, Keluarga Miskin Ini Tolak Bantuan dari Yustin Ficardo

Sontak, kedatangan istri cagub petahana itu mengejutkan keluarga Jamal dan warga sekitar.

Suami Kena Tumor, Keluarga Miskin Ini Tolak Bantuan dari Yustin Ficardo
istimewa
Yustin (paling kanan) menjenguk Jamal yang menderita tumor di rumahnya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Suasana haru biru terjadi saat Aprilani Yustin Ficardo menyempatkan diri menjenguk warga yang menderita tumor. Kedatangan istri Gubernur Lampung (nonaktif) M Ridho Ficardo itu pun membuat warga terkejut.

Dalam kunjungannya, Yustin awalnya berniat menghadiri undangan dari Majelis Taklim Ar-Ridho di Jalan Untung Surapati Lk 1, Gang Damai, Labuhan Ratu Raya, Bandar Lampung, Selasa, 27 Februari 2018.

Saat itulah Yustin mendapatkan informasi bahwa ada warga bernama Jamal yang menderita tumor. Secara spontan, ia berniat untuk menjenguk Jamal yang terbaring di rumahnya.

Baca: Yustin Ficardo Beri Perhatian Khusus Kasus Gizi Buruk di Lamteng

Sontak, kedatangan istri cagub petahana itu mengejutkan keluarga Jamal dan warga sekitar. Mereka tak menyangka Yustin meluangkan waktu untuk berkunjung.

"Saya kaget, kok kata tetangga saya sebentar lagi Ibu Yustin mau datang ke rumah untuk nengok Pak jamal," kata Siem, istri Jamal.

Yustin memberikan buah tangan kepada istri Jamal.
Yustin memberikan buah tangan kepada istri Jamal. (istimewa)

Siem menceritakan, suaminya sudah menderita tumor sejak 2010. Lantaran kesulitan ekonomi, pihak keluarga tidak sanggup mengobati penyakitnya.

Ibu lima orang anak ini menceritakan dokter menyarankan Jamal untuk menjalani operasi. 

Baca: Sebelum Hilang, ABK Ini Pamit Mau Salat Subuh

”Kalau dirawat umum biayanya Rp 50 juta. Kalau pake KIS (Kartu Indonesia Sehat), diminta beli alatnya saja harganya Rp 10 juta. Karena keluarga tak mempunyai uang sebanyak itu, akhirnya Pak Jamal tidak dioperasi. Hanya berobat biasa saja. Sekarang sakitnya semakin parah,” tutur Siem seraya menitikkan air mata.

"Duit sebanyak itu dari mana? Buat kebutuhan sehari-hari saja kadang tidak cukup. Apalagi semenjak Bapak sakit dan nggak bisa kerja lagi, ekonomi keluarga kami tambah susah," lanjutnya.

Siem mengatakan, saat menjenguk, Yustin meminta Pak Jamal segera dibawa ke rumah sakit. “Soal biaya, jangan khawatir. Nanti akan ditanggung,” kata Siem, menirukan ucapan Yustin.

Namun, Siem menolak karena kondisi suaminya sudah parah. Ia takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan dalam perjalanan ke rumah sakit.

Akhirnya, pihak keluarga meminta waktu untuk berpikir. "Tadi Ibu (Yustin) bilang, Bapak lebih baik dibawa ke rumah sakit. Soal biaya akan ditanggung. Tapi keluarga menolak karena kelihatannya Pak Jamal sudah parah sekali sakitnya. Jadi kami minta menunggu sampai besok baru dibawa ke rumah sakit," tambahnya. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved