60 Siswa SMPN Satap 2 Kalianda, Lampung Selatan, Ikuti Pendidikan Lingkungan Hidup
Sebanyak 60 siswa-siswi SMA Ma'arif 1 Sukatani, Kalianda, Lampung Selatan, mengikuti Pendidikan Lingkungan Hidup.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Yoso Muliawan
LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF MUSTAFA
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebanyak 60 siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMP Negeri Satu Atap (Satap) 2 Kalianda, Lampung Selatan, mengikuti Pendidikan Lingkungan Hidup, Sabtu (3/3/2018).
Pendidikan Lingkungan Hidup ini merupakan agenda Siswa Pecinta Alam Lingkar Generasi Hijau (Sispala LGH) SMA Ma'arif 1 Sukatani, Kalianda, bersama Wanacala Lampung. Selain siswa-siswi, turut serta pula kepala sekilah dan delapan guru dalam pelatihan tersebut.
Kepala SMPN Satap 2 Kalianda Lamrihar dalam sambutannya menyatakan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi siswa-siswi setiap sekolah. Pendidikan seperti ini, jelas dia, akan membangun pola pikir generasi penerus yang cinta terhadap lingkungan hidup, terutama di sekolah.
"Apalagi saat ini cuaca tidak menentu. Kami berharap melalui pendidikan lingkungan hidup ini, siswa-siswi kami bisa berkontribusi untuk perbaikan lingkungan ke depan," ujarnya merujuk rilis dari Wanacala Lampung.
"Yang pasti, kami dari pihak sekolah sangat senang dengan kegiatan Wanacala Lampung dan Sispala LGH dari SMA Ma'arif 1 Sukatani, Kalianda. Semoga kegiatan ini berlanjut di sekolah kami," imbuhnya.
Sampah dan Pengelolaannya
Dalam Pendidikan Lingkungan Hidup itu, Ketua Sispala LGH SMA Ma'arif 1 Sukatani, Kalianda, Lilis Kurniasih menyampaikan materi tentang persoalan sampah dan pengelolaannya.
Ia menjelaskan, sekecil apapun yang pelajar lakukan di sekolah maupun luar sekolah, akan lebih bermanfaat ketimbang sama sekali tidak berbuat.
"Dengan tidak membuang sampah sembarangan, kita sudah peduli terhadap sampah. Ke depan mungkin bisa kita buat Sekolah Bebas Sampah. Atau, kita bisa memiliki kebun organik," paparnya.
Bicara lingkungan hidup, menurut Lilis, harus mulai sejak dini. Ini agar generasi penerus tidak apatis terhadap persoalan ingkungan hidup.
"Kami berharap Pendidikan Lingkungan Hidup seperti ini mendorong Isu lingkungan hidup menjadi milik bersama, karena ini menyangkut Keberlangsungan hidup manusia," kata Lilis.
"Semoga kegiatan swadaya ini bisa terus berjalan dan mendapat respons baik dari semua sekolah yang sudah kami kirimi surat. Termasuk, adanya dukungan dari Pemkab Lampung Selatan," harap Lilis.
Selain soal sampah, ada beberapa materi lainnya dalam Pendidikan Lingkungan Hidup ini. Yaitu, Ecobrick dan Pertanian Organik.
Potensi Kerusakan Alam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/simak-materi_20180304_233303.jpg)