Berita Lampung

Pelaku Curanmor Gasak 2 Motor di Masjid Asy Syifa IKPM Gontor Lampung

Ketua DKM Masjid Asy-Syifa IKPM Gontor Lampung, Riswan mengatakan, pelaku menggasak dua motor dalam waktu yang berbeda.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
MOTOR RAIB - Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Makmur) Masjid Asy-Syifa IKPM Gontor Lampung, Riswan saat menunjukkan tempat motor tersebut raib (kiri) aksi curanmor terekam CCTV (kanan), Kamis (16/4/2026).  

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungPelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menggasak dua motor milik jamaah dan imam masjid Asy Syifa Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor di Jalan H Komarudin (Kampung Madiun), Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung

Ketua DKM Masjid Asy-Syifa IKPM Gontor Lampung, Riswan mengatakan, pelaku menggasak dua motor dalam waktu yang berbeda.

Dijelaskanya, curanmor pertama pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB maling menggasak motor Honda Spacy BE3558WC merah hitam milik Akbar Rahman, selaku imam masjid.

Lalu curanmor kedua pada hari ini Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 05.06 WIB, pelaku menggasak motor Honda Supra X milik jemaah masjid bernama Karwito.

"Pencurian motor hari ini terekam CCTV, pelaku ada dua orang, menggunakan topi hitam dan jaket cokelat," kata Riswan. 

Baca Juga Pergi Takziah, Wanita di Bandar Lampung Kehilangan Motor

"Kami merasa sedih sekali, karena hari ini kami merasa ketakutan kembali motor jemaah kami hilang," terusnya.

Dari rekaman CCTV para pelaku menggasak motor hanya hitungan 30 detik saja.

"Kami pada salat subuh tadi pagi terdengar suara motor, ternyata motor jemaah kami diambil. Dan ada saksi anak kecil yang lihat, cuma tidak berani untuk teriak-teriak maling dikarenakan dia takut ada senjata tajam," kata Riswan.

Sementara untuk kejadian pelaku menggasak motor Honda Spacy milik imam masjid tidak tersorot CCTV. 

Pelaku diperkirakan langsung masuk ke kamar tidur marbot lalu mengambil kunci motor.

"Memang imam masjid lupa mengunci kamar tempat tidur, sehingga kunci itu diambil dan motornya raib," teragnya. 

Diteruskannya, sebelum kejadian motor Honda Spacy raib, pada pagi hari ada orang yang datang menanyakan apakah ada motor yang hilang kepada korban. 

"Jadi ada orang yang mencurigakan di pagi-pagi hari menanyakan apakah ada motor yang hilang, seperti itu," ujarnya.

Pihak berharap pihak aparat penegak hukum berikan rasa aman bagi warga Rajabasa, harapannya bisa benar-benar menjaga keamanan untuk lokasi sekitar masjid

Pasca peristiwa tersebut pihaknya akan menambah CCTV dan membuat banner agar waspada pencurian kendaraan bermotor.

"Mengharapkan kepada seluruh jemaah yang membawa motor ke masjid untuk membawa kunci tambahan agar lebih aman," tukasnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved