Tiga Keuntungan Pusat Keramaian di Bandar Lampung Mulai Menyebar
Penyebaran pusat keramaian di banyak kawasan di Bandar Lampung memiliki banyak keuntungan.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penyebaran pusat keramaian di banyak kawasan di Bandar Lampung memiliki banyak keuntungan.
Satu di antaranya adalah penguraian kemacetan.
Dosen Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) Tjetjeng Sofjan mengungkapkan, dengan pusat keramaian yang tersebar, arus lalu lintas pun tidak lagi menumpuk di satu kawasan.
"Selain itu, perkembangan kota pun tidak menumpuk di satu titik, yang berkaitan dengan pemerataan harga lahan," kata Tjetjeng Sofjan, Jumat (23/2/2018).
Dalam lima tahun terakhir, pembangunan pusat perbelanjaan di Bandar Lampung tak lagi terfokus di pusat kota, yaitu seputar Tanjungkarang Pusat (TkP).
Pembangunan pusat perbelanjaan telah menyebar di banyak kecamatan.
Baca: Harga Tanah di Bandar Lampung Naik 10 Kali Lipat, Ini Penyebabnya
Misalnya, Transmart di Sukarame, Mal Boemi Kedaton (MBK) di Kedaton, Mal Lampung di Rajabasa, serta Chandra dan Giant yang berada di beberapa kecamatan.
Pada sisi lain, persebaran pusat perbelanjaan di Bandar Lampung ke wilayah pinggiran kota, turut meningkatkan harga tanah di kawasan sekitarnya.
Tjetjeng Sofjan membenarkan bahwa keberadaan pusat keramaian bisa memberikan imbas, terhadap lahan yang ada di kawasan sekitar pusat keramaian tersebut.
Lahan kosong yang dibiarkan begitu saja, nilainya bisa saja berkurang.
Tetapi dengan kemunculan pusat keramaian, lahan tersebut bisa memiliki nilai.
Tidak sekadar bernilai, harga lahan bisa mengalami kenaikan.
Kondisi kenaikan harga lahan bahkan umumnya sudah terjadi sebelum pusat keramaian berdiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/harga-tanah-di-bandar-lampung-naik-10-kali-lipat_20180304_231706.jpg)