Tak Cuma Obat Generik, Obat Paten Juga Dijual di Atas HET
Tak cuma obat generik, obat paten ternyata dijual di atas harga eceran tertinggi (HET)
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Tak cuma obat generik, obat paten ternyata dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), di sejumlah apotek di Bandar Lampung.
Obat paten merupakan obat baru, yang diproduksi perusahaan farmasi.
Karena obat baru, harga obat paten lebih mahal dibanding obat generik.
Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap membatasi besaran harga jual obat paten dengan menetapkan HET.
Baca: Obat Generik Dijual Lebih Mahal dari HET di Lampung, Selisih Sampai 20 Persen
Tribun melakukan penelusuran di tiga apotek ternama, dengan menanyakan tiga merek obat, yaitu Visancort (obat kulit), Pariet (obat asam lambung), dan Lotasbat Cream 10 g (salep kulit).
Ternyata, harga jual obat paten berbeda antara satu apotek dengan apotek lain.
Walau demikian, harga jual obat paten di ketiga apotek tersebut lebih tinggi dibanding HET.
Bahkan, ada obat yang memiliki harga jual lebih tinggi 41,21 persen dibanding HET, yaitu Visancort.
Obat tersebut memiliki HET Rp 10.622 per lempeng. Di dua apotek, obat tersebut dijual Rp 14.000.
Sementara, satu apotek lain menjual obat itu seharga Rp 15.000. (Daftar lengkap obat lihat di bawah artikel ini)
Saat ditanyakan terkait perbedaan harga jual obat paten dengan HET, petugas di tiga apotek ternama tersebut mengaku tidak tahu menahu.
“Kalau harga, saya kurang paham. Mungkin dari sananya (pabrik),” kata seorang petugas.
Kemenkes telah menetapkan HET obat generik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-obat-obatan_20160105_114546.jpg)