Perawat RSUDAM Aksi Damai Minta Setop Kekerasan Terhadap Profesi

ksi pengeroyokan terhadap Ferry perawat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) oleh keluarga pasien berlanjut

Penulis: Romi Rinando | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung : Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG  – Aksi pengeroyokan terhadap Ferry perawat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) oleh keluarga pasien berlanjut,dengan aksi damai yang  para perawat RSUDAM, Rabu (28/3/2018).

Ratusan perawat seusai apel pagi langsung menggelar unjuk rasa di depan gedung administrasi RSUDAM. Mereka minta perlindungan hukum dalam menjalankan tugas dan meneriakan stop aksi kekerasan pada perawat.

Baca: Nikita Mirzani Keceplosan Saat Ditanya Status Pernikahannya dengan Dipo Latief. Katanya Begini!

Kabag Humas RSUDAM, Akhmad Sapri membenarkan aksi damai para perawat RSUDAM. “Aksinya tadi pagi, mereka minta perlindungan hukum dalam menjalanan tugas, dan meminta stop kekerasaan terhadap perawat,” ujar Sapri.

Menurut Sapri aksi juga mendapat perhatian langsung direktur utama RSUDAM Hery Djoko Subandriyo. Bahkan dirut mendukung, dan meminta para perawat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

“Dirut berpesan kepada para perawat untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Karena kasus ini sudah diserahkan kepada kepolisan,” tutupnya.

Sebelumnya,  Ferry, perawat di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM), harus mendapatkan perawatan setelah dianiaya oleh empat orang dari keluarga pasien RSUDAM pada Selasa,  27 Maret lalu.  

Baca: Habib Rizieq Shihab Siap Maju Jadi Capres, Novel: 4 Partai Ini Insyaallah Memperjuangkan

Insiden pengeroyokan diduga karena keluarga pasien marah saat ditegur perawat agar tidak emosional. "Dari awal mereka data sudah marah-marah. Mereka bawa pasien ke IGD lama, padahal gedung itu masih renovasi, tapi keluarga korban langsung marah," ujar Kepala ruang IGD RSUDAM, Kriston Riyadi, kepada awak media.

Ia menceritakan insiden bermula saat keluarga korban mendaftarkan pasien. Kemudian dilakukan pengecekan awal di antaranya tensi darah. Namun saat pengecekan awal suami pasien YS marah-marah dan kemudian ditegur oleh Ferry perawat yang bertugas.

“Saat itu pasien sedang dicek, tensi dan lain-lain. Saat ditensi suami pasien YS ribut dan marah. Kemudian perawat menegur agar tidak emosi, tapi suaminya tidak terima, dan langsung memegang kerah baju perawat dan memukul, korban” jelasnya.

Saat Ys memukul F, lanjut dia, tiga kerabat pelaku lainnya yang berada di lokasi malah ikut menganiaya korban, akibatnya korban mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved