Berlatih Fokus, Anak Muda Lampung Gemari Olahraga Panahan

Sejumlah anak muda di Lampung menggeluti olahraga panahan. Karena selain melatih fisik

Tayang:
Penulis: andreas heru jatmiko | Editor: Ridwan Hardiansyah
Istimewa
Seorang warga Bandar Lampung sedang berlatih panahan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Andreas Heru Jatmiko

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dengan satu mata terpejam, serta busur dan anak panah di tangan, Widia Mulyadi (27) tampak sedang bersiap membidik sasaran.

Sesaat kemudian, anak panah pun dilepas dari busur dan melesat mengenai sasaran.

Sejak tahun lalu, Widia mengaku telah menjadikan olahraga panahan sebagai hobi.

“Olahraga panahan bisa melatih fokus, konsentrasi, dan ketenangan. Makanya, saya rutin melakukan olahraga ini seminggu sekali,” kata Widia, Jumat (23/3/2018).

Baca: Mal Ini Sediakan Model Cantik buat Jadi Pacar Sewaan, Tarifnya Cuma Rp 2 Ribu

Sejumlah anak muda di Lampung menggeluti olahraga panahan.

Karena selain melatih fisik, olahraga tersebut mampu meningkatkan konsentrasi.

Sehingga, pikiran dapat lebih fokus.

Widia mengungkapkan, hasil latihan panahan bisa membuatnya lebih fokus, saat mengerjakan hal lain sehari-hari.

Ia pun dapat bersikap lebih tenang.

“Hasil latihan terasa manfaatnya. Saya lebih fokus, lebih tenang,” ucap Widia.

Hal serupa disampaikan Novi (26).

Menurutnya, fokus dan kesabaran memang menjadi inti dari latihan panahan.

Meski demikian, olahraga tersebut juga melatih fisik karena pemanah harus bisa berdiri seimbang, saat sedang membidik hingga melepaskan anak panah dari busur.

“Utamanya memang melatih fokus. Tetapi, badan juga jadi sehat dan bugar,” ungkap Novi.

Karyawan swasta di sebuah bimbingan belajar itu mengaku, ia berlatih panahan sebanyak dua kali sampai tiga kali dalam seminggu, sejak Desember 2016.

Dwi (21) yang juga menggeluti hobi olahraga panahan sejak 2016 menuturkan, ia tertarik dengan olahraga tersebut karena mampu melatih fokus dan konsentrasi.

Dwi pun memutuskan berlatih setiap minggu bersama teman-temannya.

“Efek ke badan itu lebih ke pikiran yang bisa menambah fokus sama konsentrasi. Kalau fisik, bisa tambah segar,” kata Dwi.

Lantaran telah memiliki perlengkapan memanah, selain berlatih bersama teman-temannya, Dwi mengaku kerap berlatih sendiri setiap sore.

Dwi mengatakan, ia sengaja rutin berolahraga panahan karena merasakan manfaat positifnya.

Panahan Olahraga Simpel

Berbeda dengan tiga orang di atas, Sariayana Awilisni (35) menerangkan, ia baru menggeluti hobi olahraga panahan sejak delapan bulan lalu.

Selain karena manfaat untuk melatih fokus, Sariayana menuturkan, ia menggemari olahraga tersebut karena simpel.

“Olahraganya tidak ribet. Biasanya, saya latihan dua kali seminggu. Terkadang lebih, kalau ada teman yang mengajak minta ditemani latihan,” ujar Sariayana.

Olahraga panahan, menurut Sariayana, pun tidak membutuhkan banyak biaya.

Apalagi, rata-rata tempat latihan memanah telah menyediakan busur beserta anak panah dan sasaran.

Sehingga, orang yang hendak berlatih panahan, tidak perlu terlebih dahulu memiliki perlengkapan memanah.

Widia membenarkan bahwa rata-rata tempat latihan panahan telah menyediakan perlengkapan memanah.

Meski memiliki perlengkapan memanah, ia mengaku kerap mendatangi tempat latihan tanpa membawa perlengkapan memanah.

“Kalau saya lagi ribet, saya cukup datang saja ke tempat latihan. Karena, alat sudah disediakan,” ungkap Widia.

Pengelola Lampung Horsebow Center, Arafat Panji mengungkapkan, pihaknya memang menyediakan sekitar 30 set perlengkapan memanah, bagi orang yang hendak melakukan olahraga tersebut di Lampung Horsebow Center.

Hal serupa disampaikan Pengelola Panahan Lampung, Bayu.

Pihaknya menyediakan 10 set perlengkapan memanah.

“Biasanya, pemula belum punya alat. Makanya, kami sediakan,” kata Bayu.

Pengurus Panahan Pringsewu, Andika mengatakan, pihaknya memiliki lima set perlengkapan memanah, yang bisa digunakan bagi orang yang belum mempunyai perlengkapan memanah.

Harga Perlengkapan Panahan Mulai Rp 1,3 Juta

Untuk menggenapi hobinya, Widia menuturkan, ia telah memiliki perlengkapan memanah, yang dibeli seharga Rp 1,3 juta.

Perlengkapan memanah tersebut terdiri dari busur, anak panah, serta tas.

“Anak panahnya ada empat. Kalau sedang tidak ribet, biasanya saya bawa perlengkapan sendiri saat mau latihan memanah,” ungkap Widia.

Sedangkan untuk sasaran, Widia mengatakan, hal itu dijual terpisah dengan perlengkapan memanah.

Sementara, Novi mengungkapkan, ia membeli perlengkapan memanah seharga Rp 2,7 juta.

Menurutnya, harga perlengkapan memang bisa berbeda. Hal itu tergantung dari jenis busurnya.

“Biasanya saat latihan, saya membawa busur sendiri,” kata Novi.

Bayu mengungkapkan, orang rutin latihan memanah, biasanya memilih untuk membeli sendiri perlengkapan memanah.

Karena itu, selain sebagai tempat latihan, Panahan Lampung juga menjual perlengkapan memanah.

“Kalau baru pertama kali, atau awal-awal, umumnya masih pakai alat punya tempat latihan. Tetapi kemudian, ketika mulai rutin, itu mulai tanya di mana beli alat memanah. Akhirnya, kami sediakan juga toko yang menjual perlengkapan memanah,” papar Bayu.

Anggota Sampai 300 Orang

Pengelola Lampung Horsebow Center, Arafat Panji mengatakan, ia memilih membuka tempat latihan panahan pada 2015 karena melihat olahraga tersebut terkesan ekslusif.

Bahkan, olahraga tersebut jarang dimainkan masyarakat.

“Padahal, olahraga panahan bisa dilakukan semua orang. Saya kira itu peluang untuk menghilangkan kesan eksklusif olahraga tersebut, sehingga bisa dinikmati semua orang,” terang Panji.

Sampai saat ini, Panji menjelaskan, jumlah orang yang telah menjadi member sebanyak 300 orang, yang berusia antara 20 tahun sampai 35 tahun.

Sementara, tempat latihan pada awalnya berada di Kepayang, Rajabasa, Bandar Lampung.

Tetapi sekarang, Panji mengungkapkan, pihaknya juga menggunakan beberapa lapangan untuk latihan memanah, antara lain lapangan memanah di PKOR Way Halim serta lapangan sepak bola milik PTPN VII.

“Lapangan untuk latihan biasanya khusus, yang terjamin keamanannya,” kata Panji.

Selain terbuka untuk umum, Panji menerangkan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah.

Sehingga, olahraga panahan menjadi ekstrakurikuler di sejumlah sekolah di Bandar Lampung.

Pengelola Panahan Lampung, Bayu menuturkan, ia baru membuka tempat latihan panahan di kawasan Gunung Terang, Bandar Lampung sejak Agustus 2017 lalu.

Hingga kini, jumlah orang yang berlatih panahan mencapai 45 orang per hari, yang memiliki usia antara 20 tahun hingga 35 tahun.

“Setiap hari, ada yang latihan. Biasanya, setelah Ashar sampai Magrib,” ungkap Bayu.

Sementara, Pengurus Panahan Pringsewu, Andika memaparkan, meski baru berdiri pada 18 Desember 2017, jumlah anggota sampai sekarang telah sebanyak 130 orang.

“Kami latihan di Kompleks Lapangan MARS Pringkumpul, Pringsewu Selatan, yang luasnya sampai satu hektare. Jadwal latihan serempak hari Minggu. Tetapi setiap hari, biasanya ada yang latihan,” tutur Andika.

Latihan Panahan Bertahap

Orang yang ingin latihan panahan di Panahan Pringsewu, Andika menerangkan, cukup mendaftar untuk menjadi anggota.

Setiap anggota akan dikenakan iuran Rp 15 ribu per bulan.

Bagi pemula, Andika mengungkapkan, ada orang yang akan membantu mengajari cara memanah yang benar.

“Jarak sasaran juga diatur dari yang paling mudah. Mulai dari 5 meter sampai 50 meter,” ucap Andika.

Sementara, Panji menerangkan, pihaknya memberikan dua pilihan bagi orang yang mau berlatih memanah, yaitu intensif sebanyak lima kali pertemuan sebesar Rp 150 ribu, atau trial per jam sebesar Rp 30 ribu.

Dan, biaya pendaftaran Rp 25 ribu.

"Arena dibuka setiap hari, kecuali Jumat. Jam operasional dari pukul 08.00 sampai pukul 17.30, dengan durasi latihan 1 jam hingga 2 jam,” kata Panji.

Pihaknya pun menyediakan instruktur yang akan membantu pemula belajar memanah.

Baca: Astaga, 350 Wanita Indonesia Ingin Jual Keperawanan, Pendiri Cinderella Escorts Sebut Dalam Proses

Latihan akan dimulai dengan jarak sasaran paling dekat.

“Untuk pemula, latihan panahan hanya dengan jarak 5 meter, bahkan bisa lebih pendek hanya 3 meter. Karena, tujuannya melatih teknik dulu. Nanti kalau teknik sudah bisa, jarak sasaran bertahap ditambah, mulai dari 7 meter, 10 meter, 20 meter dan seterusnya,” jelas Panji.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved