Perusahaan di Negara Ini Tentukan Jadwal Kapan Karyawan Menikah dan Hamil

Orang Indonesia bekerja sebagai karyawan bisa menikah dan hamil kapanpun mereka mau, tapi itu tidak berlaku di negara ini.

Editor: martin tobing
Net
Ilustrasi 

Dalam surat tersebut pria itu menuliskan, "Siapa yang mendapat keuntungan dari giliran yang mereka tentukan untuk memiliki anak?".

Surat itu mendorong banyak pasangan lain mencurahkan permasalahan yang sama.

Pekerja-pekerja lain di Jepang mengaku bahwa mereka dipaksa untuk hidup dengan aturan yang serupa.

Yakni menunggu jadwal untuk menikah dan hamil.

Baca: (VIDEO) Cewek Ini Rela Rogoh Kocek Rp 15 Juta Demi Nge-drone

Toko Shirakawa, seorang jurnalis yang khusus mengkaji tingkat kelahiran di Jepang  mengatakan bahwa kebijakan ini umum terjadi.

Terutama di tempat kerja atau perusahaan yang  mayoritas karyawannya adalah perempuan.

Tujuannya untuk memastikan beban kerja tersebar merata.

Dalam kasus lain, seorang wanita berusia 26 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik di Mitaka daerah pinggiran Tokyo, mengatakan bahwa diamenerima sebuah email.

Email tersebut berisi jadwal pernikahan dan kelahiran untuk dirinya dan 22 orang rekannya sesama karyawan perempuan.

Dalam email itu ada peringatan yang mengatakan, "pekerjaan akan dicadangkan jika empat orang atau lebih mengambil waktu liburt yang sama. Perilaku egois akan dikenakan hukuman".

Wanita itu kemudian diberitahu oleh seorang supervisor bahwa dia harus menunggu sampai usia 35 untuk hamil.

"Bagaimana mereka akan bertanggung jawab jika saya menunda hamil dan kehilangan kesempatan saya untuk memiliki anak?," Katanya.

Jepang terkenal karena kondisi kerja yang berat dan jadwal hukuman yang telah menyebabkan beberapa karyawan meninggal di tempat kerja.

Di negara tersebut bahkan ada kosakata 'Karoshi'- yang berarti kematian karena terlalu banyak pekerjaan. (*)

Sumber: Grid.ID
Tags
Jepang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved