Dari Aroma Parfum Patut Diwaspadai, Begini Ciri-ciri Pelaku Bom Bunuh Diri

Masih teringat jelas di ingatan masyarakat Indonesia perihal ledakan bom bunuh diri yang menimpa 3 Gereja di Surabaya pada Minggu, 12 Mei 2018

Editor: soni
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela. (surya) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masih teringat jelas di ingatan masyarakat Indonesia perihal ledakan bom bunuh diri yang menimpa 3 Gereja di Surabaya pada Minggu, 12 Mei 2018 kemarin.

Belum selesai berduka selang sehari tepatnya pada Senin, 13 Mei 2018 bom bunuh diri juga terjadi di Polrestabes Surbaya.

Baca: Sempoyongan di Lokasi Ledakan, Tulisan di Celana Dalam Ungkap Siapa Bocah Berjilbab Ini

Tampak dari video CCTV yang tersebar, bom bunuh diri tersebut meledak tepat di pos pengamanan Polrestabes Surabaya, insiden tersebut telah menewaskan empat korban jiwa.

Ledakan di Polrestabes Surabaya
Ledakan di Polrestabes Surabaya (google)

1. Pelaku serangan bom bunuh diri biasanya akan sering bergumam dan berbicara sendiri serta pandangan yang sangat fokus terhadap suatu titik yang akan menjadi lokasi serangan.

2. Menggunakan baju yang relatif berukuran besar dan tas ransel besar meski dalam kondisi cuaca yang panas

3. Menggunakan aroma parfum yang tidak biasa, sebab sebelum melakukan aksi bom bunuh diri pelaku biasanya melakukan ritual yang diyakini sebagai persiapan menuju surga

4. Mampu berbaur dengan kerumunan orang, dia memulai aksinya dari lokasi yang ramai.

5. Bercukur jenggot dan kumis sebelum melakukan serangan publik untuk menutupi identitas.

6. Calon pelaku biasanya berusia antara 16-40 tahun baik perempuan ataupun laki-laki atau anak-anak berusia 9-15 tahun.

Jika kalian melihat orang dengan gerak-gerik seperti ini, waspada dan segera curigai.

Surabaya Jadi Sasaran Teror Bom, Ini Alasannya 

Gerakan para teroris yang mengacak-acak Surabaya dan Sidoarjo dalam dua hari terakhir harus diurai dan dianalisa menyeluruh.

Mengapa Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur jadi sasaran dan para pelakunya seluruhnya anggota keluarga.

Kembali Tribunjatim.com menemui Ali Fauzi, mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang juga adik kandung sang Trio Bomber Bali, Senin (14/5/2018).

Menurut Ali Fauzi, benar untuk yang pertama di Indonesia teroris mengajak semua anggota keluarganya, suami, anak anak dan istrinya.

Praktik semacam itu sudah biasa dilakukan oleh para teroris di luar negeri seperti Syiria dan Irak.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved