Ramadan 1439 H

Batasi Minum Soft Drink Selama Idul Fitri, Bisa Berdampak Buruk Bagi Ginjal

Endang mengungkapkan, saat Idulfitri akan banyak makanan yang mengandung pemanis dengan kadar yang tinggi.

Batasi Minum Soft Drink Selama Idul Fitri, Bisa Berdampak Buruk Bagi Ginjal
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung menggagas adanya Sinau Kesehatan.

Ketua PMII Bandar Lampung Erzal Syahreza Aswir mengatakan sinau kesehatan ini tidak lain untuk mengajak umat muslim serta kader PMII untuk menjaga pola makan meski bulan ramadan sudah berakhir.

Baca: Jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Mulai Beredar Meme Kocak Tentang Lebaran. Ini 15 Diantaranya

"Pola makan yang teratur selama bulan Ramadan membuat masyarakat lebih sehat daripada bulan lain. Namun, ketika Ramadan telah usai dan tiba hari raya Idulfitri, semua berubah, ketika Idulfitri banyak makanan yang mengandung lemak dan gula, maka meski Ramadan usai, kami tetap ingin seluruh anggota PMII tetap sehat," ungkap Erzal melalui rilis yang diterima Tribun Lampung, Senin 11 Juni 2018.

PMII Bandar Lampung Sinau Kesehatan.
PMII Bandar Lampung Sinau Kesehatan. (Ist)

Baca: Ditinggal Tuannya Mudik Rumah Pensiunan PNS Hangus Dilalap Si Jago Merah

Pada acara yang digelar di gedung 3 PWNU Lampung ini, PMII Bandar Lampung mengundang Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Bandar Lampung Warjidin Aliyanto yang diwakili Pakar Gizi Endang Sri Wahyuni.

"Kami datangkan pemateri berkompeten dalam bidangnya," ucapnya.

Baca: Sudah Emak-emak, 2 Artis Cantik Ini Perang Dingin Gara-gara Cowok Ganteng. Waduh!

Sementara, selaku pemateri, Endang mengungkapkan, ada empat pilar hidup sehat. Pertama ialah makan makanan bergizi, beragam, berimbang, dan halal. Kedua, rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari.

"Ketiga menjaga kebersihan, dan terakhir selalu kontrol berat badan," kata Endang dalam acara yang bertajuk 'Tips-Tips Menjaga Kesehatan Jelang Idulfitri'.

Endang mengungkapkan, saat Idulfitri akan banyak makanan yang mengandung pemanis dengan kadar yang tinggi. Nafsu selama Idul fitri untuk makan makanan harus dikontrol dengan baik.

"Gula, garam dan minyak, itu bahan makanan yang harus dibatasi pengkonsumsiannya," ujar Endang.

Ia mengungkapkan, banyaknya soft drink selama Idul fitri harus menjadi perhatian utama. Pasalnya, ia pernah menemukan kasus pada pasien yang kurun waktu tidak sampai satu tahun sudah mengalami kerusakan ginjal.

"Ini karena selama setahun sangat sering minum soft drink," tandasnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved