Orangtua Cepat-cepat Pesan Grab, Biar Rayi tak Ketinggalan Jurus Kungfu Baru

berawal dari kegemarannya dalam seni gerak tari, Rayi Kazhi Buana (9) siswi kelas 3 SD Al Kautsar tidak menyangka bisa menyabet sederet prestasi

Tayang:
Penulis: hanif mustafa | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berawal dari kegemarannya dalam seni gerak tari, Rayi Kazhi Buana (9) siswi kelas 3 SD Al Kautsar tidak menyangka bisa menyabet sederet prestasi di bidang wushu.

Terakhir Ayi panggilan akrabnya, memperoleh medali emas di Kejuaraan Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia Lima Naga Cup di Gedung Gelanggang Remaja Jl. Bogen 01 Surabaya tanggal 3 hingga 6 Juli 2018.

Baca: Demi Emas Kejuaraan Kungfu Tingkat Nasional, Rayi Setengah Bulan Tak Masuk Sekolah

Baca: Ustad Adi Hidayat Bikin Ridwan Kamil Nangis!

Ayi pun mengaku tidak menyangka bisa memperoleh emas pada kejuaraan ini. Sebelumnya ia mendapatkan perunggu dari sederet pertandingan di Jawa, terakhir kejuaraan di Banten dan Jakarta pada bulan Mei 2018 lalu.

"Alhamdulilah kali ini dapat emas," ungkap Ayi, Rabu 18 Juli 2018.

Masih kata dia, semua bisa karena hasil jerih payahnya dalam berlatih wushu selama ini.

"Yang penting senang saja, kalau duka gak ada karena saya suka dengan Wushu," sebut

Ayi pun mulai menyukai wushu, sejak pertama masuk sekolah di SD Al Azhar dan pertama kali Sanggar Wushu Naga Mas Al Kausar dibuka.

"Saya suka karena gerak-gerakannya, seperti menari," ucapnya sembari tersipu malu.

Sementara itu, orang tua Ayi, K. Sugeng Prijono mengakui jika anaknya awalnya menyukai seni tari.

"Justru saya kaget anak saya malah suka wushu, padahal waktu TK suka menari, bahkan sudah raih sumbangsel dan provinsi menjadi Gita Pati pada group drumband," tuturnya.

Saking senangnya, beber Sugeng, setiap latihan yang diadakan pada Jumat, Sabtu dan Minggu tidak pernah absen.

"Malah saya yang kwalahan, aktif terus setiap kali di sela-sela belajar terkadang ia menunjukkan gerakan wushu terbarunya, bahkan kalau latihan minta antar, saya sampai pesankan grab karena alasan gak mau telat ketinggalan jurus," sebutnya.

Warga Perum Tanjung Raya Permai Tanjung Senang ini menyebutkan, anaknya lebih menyukai whusu tradisonal tanpa pertarungan.

"Jadi Ayi ini mengikuti whusu yang tanpa pertarungan, hanya memperlihatkan gerakan-gerakan indah dari jurus wushu," ucap pria yang juga wakil kepala sekolah kesiswaan Al Kausar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved