Benarkah Jengkol Lebih Efektif Membunuh Sel Kanker Dibanding Kemoterapi?

Baru-baru ini cukup banyak pesan siaran di Whatsapp yang menyebut bahwa makanan berbau khas ini bisa membunuh sel kanker.

Benarkah Jengkol Lebih Efektif Membunuh Sel Kanker Dibanding Kemoterapi?
Banjarmasin Post/ Yayu Fathilal
Ilustrasi - Jengkol khas Banjar bernama jaring. Perlu direbus empat jam sebelum disantap biar enak dan empuk. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jengkol bukanlah jenis makanan baru bagi orang Indonesia.

Berbagai daerah di seluruh negara ini bahkan dikenal sangat menggemari jengkol, misalnya di Padang, Jakarta, dan Kalimantan Selatan. 

Namun baru-baru ini cukup banyak pesan siaran di Whatsapp yang menyebut bahwa makanan berbau khas ini bisa membunuh sel kanker.

Tak tanggung-tanggung, bahkan disebut juga bahwa jengkol 10.000 lebih efektif dibanding kemoterapi.

Baca: Motogp Ceko 2018: Rivalitas Tim Honda dan Yamaha di Sirkuit Brno Ceko sejak 1993

Benarkah jengkol bisa melawan sel kanker?

Menurut lembaga kesehatan Swedia, Institute of Health Sciences, jengkol ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik.

Tak hanya mengandung protein, kalsium, fosfor dan zat besi, jengkol juga mengandung banyak vitamin.

Baca: Dirangkul Hangat Mantan Suami Nafa Urbach Tersenyum Lebar, Balikan Lagi Nih?

Vitamin A, vitamun B1, dan vitamin C (paling banyak kandungannya) bisa kita temukan dalam jengkol.

Senyawa yang terdapat dalam jengkol inilah yang bisa memberi manfaat pada tubuh termasuk membunuh sel kanker.

Fakta ini juga diperkuat dengan hasil penelitian dari Universitas Sains Malaysia.

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved