Peringatan Dini BMKG: Waspadai Gelombang 4 Meter di Jalur Bakauheni-Merak

Stasiun BMKG Maritim Lampung pun telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Lampung.

Peringatan Dini BMKG: Waspadai Gelombang 4 Meter di Jalur Bakauheni-Merak
Daily Mail
Ilustrasi gelombang tinggi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian utara yang menjadi jalur penyeberangan kapal Bakauheni-Merak.

Berdasar rilis peringatan dini yang dikeluarkan oleh Stasiun BMKG Maritim Lampung, potensi gelombang di Selat Sunda bagian utara mencapai 2,5-4 meter.

Peringatan ini berlaku pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB hingga Jumat, 3 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB.

Baca: Waspadai Gelombang 6 Meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda

“Ini dikarenakan adanya pengaruh perbedaan tekanan udara antara wilayah timur dan wilayah barat,” ujar Kepala Stasiun BMKG Maritim Lampung Sugiyono.

Selain itu, lanjutnya, potensi gelombang tinggi ini juga dikarenakan adanya peningkatan kecepatan angin yang mencapai di atas 38 knot di selatan Jawa yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga wilayah Lampung.

Sedangkan untuk wilayah Selat Sunda bagian selatan, perairan barat Lampung dan Samudera Hindia Barat Lampung berpotensi terjadi gelombang setinggi 4-6 meter.

Stasiun BMKG Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Lampung.
Stasiun BMKG Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Lampung. (Tribun Lampung/Dedi Sutomo)

Stasiun BMKG Maritim Lampung pun telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Lampung.  

Baca: VIDEO: Ombak Tinggi Tak Ciutkan Nyali Nelayan Melaut

Sugiyono mengatakan, pihaknya mengimbau kepada otoritas pelayanan penyeberangan, pengguna transportasi laut, wisata bahari, nelayan, otoritas pelabuhan, serta syahbandar di perairan Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak yang akan terjadi.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan membatasi kegiatan di laut, dan terus meng-update informasi cuaca maritim dari instansi resmi pemerintah," tandasnya. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved