Kisah Relawan Bandar Lampung di Lombok, Pagi sampai Sore Sisir Lokasi Gempa

Selama di sana, Rizki tidak sempat beristirahat. Lantaran ia harus memantau dan mendata para korban.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Inilah Posko Kesehatan Kota Bandar Lampung di Lombok. Di sinilah Rizki dan relawan lainnya beristirahat. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandar Lampung mengirim 21 relawan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. M Rizki adalah salah satunya.

Berikut kisah Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung ini selama berada di sana.

Rizki mengatakan, kedatangannya ke Lombok bukan hanya untuk menyalurkan dana bantuan. "Kami ke sini juga terjun langsung membantu para korban bencana yang terluka," kata Rizki melalui sambungan telepon, Minggu, 12 Agustus 2018.

Itulah alasan mengapa dari 21 relawan yang dikirim, 15 di antaranya adalah dokter dan perawat. Sedangkan enam sisanya dari BPBD dan Dinas Sosial Bandar Lampung.

Baca: Baru Tiba di Lombok, Relawan Pemkot Disambut Gempa 6,2 SR

"Jadi tim menampung pasien korban bencana. Ada beberapa pascaoperasi patah kaki, kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan. Seperti semalam, saya turut membantu para korban untuk diperiksa," jelas dia.

Selama di sana, Rizki tidak sempat beristirahat. Lantaran ia harus memantau dan mendata para korban.

"Saya sekarang di Kecamatan Khayangan, Kabupaten Lombok Utara. Di sini termasuk terparah. Dimungkinkan masih ada korban yang belum ditemukan. Belum tahu jika masih ada korban yang tertimbun bangunan. Tapi, kami berharap sudah tidak ada lagi," sebutnya.

Rizki mengaku, pada pagi hingga sore ia turut membantu tim menyisir lokasi untuk mencari korban. "Ya bukannya kami minta. Tapi, dimungkinkan ada korban lagi. Untuk itu, kami di sini juga masih menunggu bantuan alat berat," katanya.

Sesekali, Rizki melihat kondisi di tenda pengungsian korban bencana. "Kami pastikan, kalau ada bantuan bisa langsung kami tindak. Karena kami (Pemerintah Kota Bandar Lampung) mem-backup Puskesmas Khayangan. Jadi korban yang ada langsung dibawa ke pos kami," katanya.

Baca: Kesedihan Gempa Lombok, Bayi Alfiah Harus Kehilangan Ibunya di Usia 6 Bulan Akibat Gempa

Oleh sebab itu, Rizki mengaku saat malam hari, tempat beristirahatnya tidak jauh dari Posko Kesehatan Pemkot Bandar Lampung.

"Saya kalau tidur di samping posko. Ya di samping puskesmas. Cuma pakai tenda terpal, sama tikar dan tas untuk bantalnya," ungkap Rizki.

Meski tidur dalam cuaca dingin, Rizki tidak mengeluh. Ia malah merasa iba dengan nasib korban gempa.

"Tentu saya malah terenyuh melihat kondisi korban gempa yang sudah kehilangan tempat hangat untuk berlindung dan tidak ada lagi barang yang bisa dipakai. Sementara mereka hidup di dalam tenda seadanya dan serba kekurangan," ucap Rizki lirih. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved