Meletus 578 Kali, Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Hitam Setinggi 600 Meter

Bahkan, terdengar suara dentuman dari aktivitas letusan. Getarannya terasa hingga ke pos PGA.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
BNPB
Gunung Anak Krakatau meletus pada Rabu (11/7/2018) 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terus masih menunjukkan geliatnya. Tercatat pada Sabtu, 18 Agustus 2018 kemarin, terjadi lima kali erupsi yang mengeluarkan asap hitam tebal dengan ketinggian 300-600 meter.

Bahkan, terdengar suara dentuman dari aktivitas letusan. Getarannya terasa hingga ke pos PGA.

Sedangkan dari CCTV pada malam hari teramati adanya sinar api dan material lava pijar.

Andi Suardi, kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, mengatakan, dari data magma-VAR tercatat jumlah letusan mencapai 578 kali dengan amplitudo 23-44 mm, durasi 19-255 detik.

Baca: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga dan Wisatawan Dilarang Beraktivitas di Radius 2 KM

Baca: Gunung Anak Krakatau Semburkan Asap Kawah Berwarna Hitam

Untuk embusan, kata dia, tercatat sebanyak 80 kali dengan amplitudo 5-30 mm dan durasi 10-80 detik.

Lalu terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 7 kali dengan amplitudo 4-8 mm dan durasi 6-8 detik.

“Untuk gempa vulkanik dalam ada 2 kali dengan amplitudo 30-37 mm, S-P : 12-13 detik  dan durasi 1-1,5 detik. Gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-10 mm, dominan 2 mm,” beber Andi, Minggu, 19 Agustus 2018.

Menurut Andi, sejauh ini status GAK masih pada level II atau Waspada.

Pengunjung, turis, dan nelayan dilarang mendekat GAK dalam radius 2 kilometer dari kawah gunung.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved