DPRD Dukung Pemasangan 20 Tapping Box di Restoran dan Hotel Bandar Lampung

Pemasangan 20 tapping box di lokasi restoran dan hotel di Bandar Lampung mendapat dukungan komisi II DPRD Bandar Lampung.

DPRD Dukung Pemasangan 20 Tapping Box di Restoran dan Hotel Bandar Lampung
YouTube

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando 

TRIBUNLAMPUNG.CO. BANDAR LAMPUNG - Rencana Badan Penggelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)  yang  kembali akan memasang 20 tapping box di lokasi restoran dan hotel di Bandar Lampung mendapat dukungan komisi II DPRD Bandar Lampung.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung Suratmin rencana pemasangan 20 tapping box di restoran dan hotel di Bandar Lampung dinilai tepat guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah  dari sektor restoran dan hotel.

Baca: Hari Ini Mobil SIM Keliling Mangkal di Dua Lokasi di Bandar Lampung

Baca: BPPRD Kembali Incar 20 Restoran dan Hotel untuk Pemasangan Tapping Box

Apalagi selama ini kata dia, masih banyak objek-objek pajak yang  restoran di Bandar Lampung yang dinilai  belum maksimal membayar pajak. “Kita tidak suuzon, tapi berdasarkan laporan BPPRD, masih ada hotel dan restoran yang pajaknya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Misalnya lokasi objek pajaknya   ramai  tapi  pajaknya rendah, tapi tidak usah saya sebut,  menjaga kode etik,” kata Suratmin, Rabu (22/8/2018).

Dikatakannya pemasangan tapping box juga  mencegah  praktik kecurangan baik  dilakukan penggelola restoran dan hotel maupun petugas pajaknya. Karena dengan alat tersebut, semua transaksi sudah terekam dan tidak  secara manual.

 “Kita  dukung pemasangan alat ini, karena  ini bisa meningkatkan PAD, apalagi setiap tahun jumlah rumah makan dan hotel terus bertambah yang tentunya realisasi pajaknya juga naik,” tukasnya   

Baca: Pemkot Sewa 10 Tapping Box untuk Mata-Matai Transaksi Restoran dan Hotel

Kepala BPPRD Kota Bandar Lampung Yanwardi  berencana menambah pemasangan 20 unit tapping box di sejumlah lokasi hotel dan restoran yang ada di Bandar Lampung.

“Dalam waktu dekat kami akan pasang lagi 20 unit tapping box, lokasinya sudah ada,  nanti kita sampaikan, kalau  sekarang  tidak etis, karena yang kita pasang-pasang tapping box itu,  lokasi usaha yang pajaknya tidak sesuai  pemasukan, berdasarkan cek di lapangan,” kata Yanwardi.  

Yanwardi mengungkapkan masih banyak  sejumlah objek pajak baik hotel dan restoran  yang pembayaran pajaknya belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Namun ia belum mau mengungkapkan nama-nama objek-objek pajak tersebut.

Menurut Yanwardi, pemasangan 20 unit tapping box  juga menunggu SK dari wali kota, dan persetujuan dalam APBD perubahaan tahun 2018, karena satu unit tapping box nilai sewanya lebih kurang Rp 1,5 juta perbulan sudah include dengan perangkat  teknologi dan WIFInya.

“Kenapa kita sewa, karena kalau beli itu satu unit 25 juta, tapi  kita terkendala tenaga teknologi  IT nya. Kalau sewa itu sudah termasuk SDM dan pemeliharaanya mereka yang tanggungjawab,” jelasnya.

Saat ditanya apakah pemasangan tapping box tahap pertama  berdampak pada peningkatan PAD, Yanwardi mengatakan ada peningkatan namun belum significant. “Ada dampak tapi belum maksimal, itu juga karena ada kendala tekhnis misalnya tidak berfungsinya tapping  box yang kita pasang,” pungkasnya. (rri)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Romi Rinando
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved