1 Bacaleg Terpidana Korupsi dan 1 Bacaleg Mantan Koruptor Masuk DCS di Pesawaran

Dua bakal calon anggota legislatif di Pesawaran terindikasi kuat merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

1 Bacaleg Terpidana Korupsi dan 1 Bacaleg Mantan Koruptor Masuk DCS di Pesawaran
Grafis Tribun Lampung/Dodi Kurniawan
Polemik bacaleg pernah tersangkut kasus korupsi. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dua bakal calon anggota legislatif di Pesawaran terindikasi kuat telah terlibat kasus korupsi. Seorang di antaranya merupakan terpidana kasus korupsi, seorang lainnya adalah mantan koruptor. Keduanya lolos dalam Daftar Calon Sementara (DCS).

Melihat kondisi ini, kisruh soal lolosnya bacaleg mantan koruptor dalam DCS yang terjadi di Tanggamus berpotensi pula terjadi di Pesawaran.

Satu dari dua bacaleg tersebut berinisial HI. Dari penelusuran Tribun Lampung, ia terlibat kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2014. HI telah mendapat vonis hukuman 1 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang.

Satu bacaleg lainnya berinisial UE. Majelis hakim telah menyatakan mantan kepala dinas di salah satu kabupaten ini terbukti bersalah melakukan korupsi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Juli 2017.

Ketua Bawaslu Pesawaran Ryan Arnando membenarkan dua nama itu masuk dalam DCS. Sebagai pengawas pemilu, pihaknya pun telah mengirim surat ke KPU Pesawaran.

"Posisi kami adalah melakukan pengawasan, kenapa masuk DCS. Karena, itu baru ketahuan setelah ada laporan dari masyarakat. Informasinya, sudah ada klarifikasi terhadap partai politik yang bersangkutan," kata Ryan, Selasa (4/9/2018).

Dari informasi yang masuk Bawaslu Pesawaran, beber Ryan, keduanya memang pernah tersangkut masalah hukum perkara korupsi.

"KPU juga sudah melakukan klarifikasi ke parpol pengusung mereka. Sudah ada jawaban dari parpol pengusung yang menyatakan benar (keduanya) pernah terkena kasus hukum korupsi. Untuk bacaleg yang satu (inisial HI), belum final (putusan pengadilan belum inkrah). Masih kasasi. Untuk bacaleg satunya (inisial UE), sudah final," beber Ryan.

Terkait apalah keduanya akan dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) ataukah dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Ryan menyatakan hal itu merupakan kewenangan KPU.

Halaman
123
Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved