VIDEO: Sebulan Lebih Galian Drainase di Metro Belum Juga Selesai
Ia mengaku, pihaknya juga mendapat laporan warga ada galian yang mengenai pipa PAM. Sehingga terjadi kebocoran air PAM.
Penulis: Okta Kusuma Jatha | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Warga meminta galian pelebaran dan perbaikan drainase segera diselesaikan sehingga aman bagi masyarakat yang melintas.
"Kalau sebulan mah lebih yang di Jalan Parto ini. Sekarang kan sering mati lampu, apalagi malam gelap karena lampu jalan minim, belum lagi sudah mulai hujan. Jadi bahaya, karena galiannya kan dalam itu. Ada yang jatuh, sudah ada, makanya kita minta dibangun," beber Ali, warga Iringmulyo, Metro Timur, Kamis, 6 September 2018.
Karena itu, ia berharap pembangunan segera dikerjakan. Tidak begitu saja didiamkan dengan waktu yang cukup lama. Sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi warga atau pengendara yang melintas di wilayah setempat.
Ketua Komisi I DPRD Metro Basuki meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk mempercepat pembangunan pelebaran jalan. Karena jika dibiarkan terlalu lama, galian di sisi kanan dan kiri membahayakan pengguna jalan.
Baca: PUPR Tanggamus Bantu Bangun Drainase di Program Pelebaran Jalinbar Talang Padang
Baca: Pengendara: Walau Ada Pelebaran Sepertinya Bakal Tetap Macet
"Ya betul itu. Kita kemarin dapat keluhan warga. Ada yang sebulan lebih katanya. Itu di Jalan Parto, ada juga di Jalan Terong. Kalau sudah digali, harus segera ditimbun kalau pelebaran. Kalau drainase ya dibuat. Jangan dibiarkan terlalu lama," bebernya.
Ia mengaku, pihaknya juga mendapat laporan warga ada galian yang mengenai pipa PAM. Sehingga terjadi kebocoran air PAM. "Itu di Jalan Terong. Ini harus disikapi segera mungkin, jangan dibiarkan juga. Segera ditindaklanjuti," ungkapnya.
Ditambahkanya, keluhan atau masukan dari masyarakat Iringmulyo agar segera ditindaklanjuti. Terutama untuk pembangunan drainase yang setelah digali dibiarkan terlalu lama. Warga mengaku banyak terjadi kecelakaan di jalan tersebut.
"Itu disorot masyarakat. Banyak keluhan karena memang itu sering dilalui orang. Itu bagus pembangunannya, karena daerah situ sering banjir terus dibuat drainase. Tapi ya segera dibangun. Jalan Parto itu mau dibuat waterpass, supaya tidak sampai menggenang," tutupnya. (*)