Pengendara: Walau Ada Pelebaran Sepertinya Bakal Tetap Macet
Pelaksanaan pelebaran jalan di dua sisi jalur seputaran Jl. Teuku Umar (depan MBK dan depan Pertamina dinilai tidak berpengaruh signifikan.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pelaksanaan pelebaran jalan di dua sisi jalur seputaran Jl. Teuku Umar (depan Mal Boemi Kedaton (MBK)) dan depan Pertamina oleh instansi terkait pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung dinilai tidak berpengaruh signifikan.
Pernyataaan tersebut diungkapkan beberapa pengendara yang melintas di jalur tersebut, Senin (25/6) sore. "Ya kalau ngaruh mungkin hanya sedikit tapi gak terlalu signifikan dengan pelebaran tersebut," tutur Rizi, salah seorag driver ojek online (Ojol) di lokasi tersebut.
Baca: 9 Hal yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Kelebihan Konsumsi Lemon
Sebab kondisi jalan di depan MBK tersebut dinilai memang sudah sempit namun volume kendaraan yang melintas jumlahnya sangat banyak baik roda dua ataupun empat.
Baca: Gunung Anak Krakatau dan Letusan Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
"Mulai ramai kendaraan itu sekitar jam 3 sore hingga jam 5 sore di sini sudah ramai kalau sore, biasanya nguler sampai rel di Jl. Sultan Agung," ungkap warga Jl. Mangga, Pulau Damar, Way Halim tersebut.
Solusi permasalahan kepadatan arus kendaraan di jalan sini, sambung Rizi, memang dengan dilaksanakan pelebaran. Namun, persoalannya tetap saja akan terjadi penumpukan arus kendaraan karena adanya lampu merah atau perputaran di jalur setelahnya.
"Dan untuk saat ini posisi perputarannya terlalu kejauhan. Kalau bisa perputaran itu jaraknya sekitar 200 meter dari turunan flyover sehingga tidak terjadi penumpukan. Tapi, untuk pengaruhnya sejauh mana maka kita lihat dulu saja karena kan ini baru diujicoba," paparnya.
Hal senada diutarakan Feri, pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lajur tersebut. "Ya walau ada pelebaran sepertinya bakal tetap macet karena memang populasi kendaraan dari mana-mana. Jadi masih bakal macet ditambah jalur sini juga merupakan keluar masuk kendaraan dari pusat perbelanjaan," paparnya.
Ia menyatakan dengan didirikannya bangunan flyover di jalan tersebut pada prinsipnya sudah membatu mengurai kemacetan kendaraan yang melintas.
"Kalau dulu pas gak ada flyover numpuk semua kendaraan di sini dikarenakan beberapa penyebab mulai adanya ampu merah, kereta api yang melintas, dan lainnya," tukas warga Sukabumi. (eka)