Berita Bandar Lampung

Dituding Hanya Ngobrol saat Visitasi, Asesor PAUD di Lampung Disebut Langgar Kode Etik

Di menjelaskan, selanjutnya asesor diminta mengklarifikasi tuduhan tersebut dan menandatangani berita acara pemeriksaan.

Dituding Hanya Ngobrol saat Visitasi, Asesor PAUD di Lampung Disebut Langgar Kode Etik
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Di (paling kiri), asesor PAUD di Lampung, dipanggil BAN PAUD dan PNF Provinsi Lampung untuk mengklarifikasi tindakan indisipliner yang dituduhkan kepadanya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF Provinsi Lampung disoal mengenai proses pembinaan asesor yang dinilai tanpa dasar.

Di (54), seorang asesor PAUD di Lampung, mengaku dipanggil pihak BAN PAUD dan PNF Provinsi Lampung dengan alasan yang tidak jelas.

Di mengungkapkan, tuduhan yang dilayangkan kepadanya, sebagai dasar pemanggilan, tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Menurut Di, ia awalnya dipanggil oleh BAN PAUD dan PNF Provinsi Lampung atas dasar persoalan indisipliner yang dituduhkan kepadanya beberapa waktu lalu.

Baca: 25 Polisi Ikuti Tes Seleksi Asesor

Baca: Dukung Program 19-21, Bunda PAUD Lamteng Ajak Orangtua Matikan TV dan Handphone

Kala itu, dia mengaku sedang melaksanakan tugasnya di Metro kunjungan survei akreditasi salah satu PAUD.

“Visitasi akreditasi dimulai jam 08.00 WIB dan diakhiri jam 15.30 WIB. Berita acara dibuat dan ditandatangani oleh lembaga. Tetapi tiba-tiba, Ketua BAN PAUD PNF Provinsi Lampung memanggil dengan tuduhan waktu visitasi hanya sampai jam 11.00 WIB dan hanya ngobrol-ngobrol saja. Ditambah lagi ini merupakan pelanggaran kode etik,” kata Di, Rabu, 12 September 2018.

Di menjelaskan, selanjutnya asesor diminta mengklarifikasi tuduhan tersebut dan menandatangani berita acara pemeriksaan.

Karena tak sesuai dengan fakta yang ada, Di menolak klarifikasi dan tanda tangan berita acara pemeriksaan.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris BAN PAUD dan PNF Provinsi Lampung Idi Amin mengatakan, pemanggilan tersebut hanya klarifikasi.

Idi pun mempersilakan Di jika tidak menerima berita acara pemeriksaan.

"Karena supervisi dari kami. Kami hanya ingin klarifikasi. Kalau yang bersangkutan tidak hadir, ya tidak masalah. Tidak mau teken berita acara yang kami kasih, juga enggak apa-apa," kata Idi. (*)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved