Kecanduan Game PUBG, Bocah 13 Tahun Tewas Setelah Melompat dari Lantai 4 Apartemen

Mengerikan, seorang bocah laki-laki di Haimen, Jiangsu di China, meninggal secara tragis setelah melompat dari sebuah gedung apartemen.

Editor: Teguh Prasetyo
Kolase/Dailymail
Xu Tianci, bocah yang kecanduan game online hingga meninggal 

Ibu Xu percaya bahwa permainan itu menyebabkan putranya berpikir bahwa dia bisa seperti karakter dalam permainan dan melompat turun dari gedung tanpa cedera apa pun, yang menyebabkan kematiannya.

Dia telah bermain PUBG sebelum dia meninggal dan tidak menunjukkan kecenderungan bunuh diri.

“Dia mungkin masih memikirkan game setelah dia berhenti bermain. Dia mungkin pergi untuk melihat apakah seseorang dapat bertahan hidup melompat dari sebuah bangunan," jelas ibunya, Yu Lihua.

Yu Lihua, ibu remaja yang meninggal akibat game online

Dailymail, Yu Lihua, ibu remaja yang meninggal akibat game online

Baca: Tahu Nggak Sih, Ternyata Letak Kota Paling Berbahaya di Dunia Itu Berada Dekat dengan Indonesia?

Ibunya juga mengatakan bahwa Xu adalah anak yang ceria dan baik hati yang memiliki banyak teman, dan kehidupan keluarga mereka baik-baik saja.

Jadi dia tidak memiliki alasan yang jelas untuk bunuh diri.

Dia mengatakan bahwa dia ingin menuntut perusahaan yang menciptakan permainan karena dia percaya bahwa permainan ini telah mempengaruhi banyak orang lain yang ingin mencoba hal yang sama, bukan hanya putranya.

Menurut laporan, insiden itu masih dalam penyelidikan polisi.

Melansir dari World of Buzz, polisi mengatakan tidak ada kecurangan yang terlibat tetapi tidak menutup kemungkinan dipengaruhi oleh PUBG.

Pernyataannya disambut dengan ejekan oleh beberapa warganet.

Mereka mengatakan bahwa orangtua bocah itu mungkin telah mengabaikan putranya dan tidak memberinya perhatian yang cukup.

Namun, Yu menjawab bahwa dia lebih memilih putranya kembali daripada uang yang didapatnya dari menggugat perusahaan game.

Yu juga mengatakan bahwa dia akan menyumbangkan uang yang didapat jika dia menang.

“Saya ingin meningkatkan kesadaran tentang masalah ini sehingga anak-anak yang mudah dipengaruhi lainnya tidak akan terpengaruh oleh permainan. Saya lebih memilih anak saya kembali daripada memiliki uang. Saya harap tidak ada orang tua lain yang akan mengalami hal yang sama seperti saya,” terangnya, seperti dikutip dari World of Buzz.

Ini bukan kasus pertama di mana gim video telah memengaruhi orang untuk melakukan hal-hal gila.

Halaman
123
Sumber: Nakita
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved