Tribun Bandar Lampung

Astra Daihatsu-POPTI Gelar Sosialisasi Peduli Talasemia

Jadi, sebelum menikah penting untuk diperhatikan dalam memilih pasangan apakah memiliki darah yang normal atau kelainan.

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Ketua POPTI Lampung Murdoyo memberikan penjelasan dalam acara Astra Daihatsu Lampung Peduli Talasemia di SMAN 9 Bandar Lampung, Senin, 17 September 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya talasemia, Astra Daihatsu Lampung bekerja sama dengan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) Lampung menggelar sosialisasi di SMAN 9 Bandar Lampung, Senin, 17 September 2018.

Kepala Cabang Astra Daihatsu Lampung Andrianto Saudin mengatakan, ini merupakan tahun ketiga Astra Daihatsu Lampung fokus melakukan kegiatan seputar Peduli Talasemia.

Menurutnya, hal ini dirasa sangat bermanfaat untuk para siswa sebab di usia remaja seperti mereka banyak yang belum mengerti dan memahami penyakit talasemia.

"Sasaran kami selalu di tingkat pendidikan, baik di sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi. Karena mereka adalah generasi muda yang nantinya akan menikah. Jadi, sebelum menikah penting untuk diperhatikan dalam memilih pasangan apakah memiliki darah yang normal atau kelainan," jelas dia.

Baca: Stok Darah Pasien Talasemia sempat Kosong di Bulan Puasa

Baca: Pasien Talasemia RSUAM Butuh 60 Kantong Darah Per Bulan

Andrianto menambahkan, talasemia bukan merupakan penyakit, tetapi kelainan darah yang dibawa dari keturunan, yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Untuk itu, perlu edukasi sejak dini dan bagi mereka yang tidak terkena talasemia sangat diharapkan untuk dapat membantu memberikan dorongan kepada mereka penderita talasemia.

Sedikit mengulas penjelasan Ketua POPTI Lampung Murdoyo, ada dua jenis penyebab talasemia, yakni minor atau pembawa sifat dan mayor.

Apabila salah satu orangtua membawa sifat talasemia, maka 50 persen kemungkinan anak yang dilahirkan akan menjadi pembawa talasemia dan tidak seorang anak pun yang akan terlahir sebagai penderita talasemia mayor.

"Namun, apabila kedua orangtua membawa sifat talasemia, maka 50 persen kemungkinan anak yang dilahirkan menjadi pembawa talasemia dan 25 persen kemungkinan melahirkan anak penderita talasemia mayor," jelasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved