Jelang 30 September 2018, Gatot Nurmantyo Tantang Kepala Staf TNI Angkatan Darat
Jelang 30 September 2018, Gatot Nurmantyo Tantang Kepala Staf TNI Angkatan Darat
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gagal maju di Pilpres 2019, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bikin pernyataan yang mengejutkan.
Jelang 30 September 2018, Gatot menantang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) untuk mengeluarkan perintah nonton bareng film G30S/PKI.
Pesan bernada menantang ini, Gatot sampaikan via akun resmi Istagramnya @Nurmantyo_Gatot, Kamis (20/9/2018).
Baca: Terkuak Pekerjaan Pria yang Diduga Selingkuhan Mantan Istri Sule, Tukang Pijat?
Kok KSAD-nya penakut... ya sudah pantas lepas pangkat," tulis Gatot Nurmantyo.
Menurut Gatot dalam cuitannya, tidak ada hukuman mati untuk perintah nonton bareng film G30S/PKI.
"Paling copot jabatan, bukan copot nyawa. Kalau takut, pulang kampung saja," lanjutnya.
Gatot Nurmantyo mengungkapkan, ia merasa kasihan kepada prajurit TNI bila pemimpin mereka penakut.
"Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yg terkenal di dunia pemberani plus super nekat," kata Gatot.
Kendati demikian, Gatot meyakini bahwa KASAD dan Panglima TNI bukanlah seorang penakut.
Baca: Najwa Shihab Bongkar Alasan Syahrini Dipanggil Princess, Penonton Malah Terpingkal
"Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya," ungkap Gatot Nurmantyo.
Gatot Nurmantyo juga pernah mengajak masyarakat melihat film tersebut di tahun 2017.
Presiden RI Joko Widodo saat itu tidak menolak gagasan diputarnya kembali film mengenai Gerakan 30 September.
Hanya saja, Presiden Jokowi meminta agar film itu diproduksi dalam versi yang lebih kekinian agar bisa lebih diterima.
Menurut pengamat politik dan pertahanan Salim Said, sikap Presiden Jokowi tersebut sarat pertimbangan politis.
Apalagi ide nonton bareng (nobar) dilontarkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gatot-nurmantyo_20180914_134846.jpg)