Pemadaman Listrik Terus Berlanjut, Omzet Pengusaha Fotokopi Turun 50%
Pemadaman listrik bergilir khususnya di Bandar Lampung belum juga berakhir. Warga merasakan byarpet.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Yoso Muliawan
LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemadaman listrik bergilir khususnya di Bandar Lampung belum juga berakhir. Beberapa hari terakhir, warga merasakan byarpet (mati hidup).
Pengusaha yang mengandalkan listrik dalam menjalankan usahanya lagi-lagi terkena dampak. Omzet pengusaha fotokopian, misalnya, anjlok hingga 50 persen dari biasanya.
A Takin, pengusaha fotokopian di kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, merasa kesal listrik kerap padam beberapa hari ini.
"Dari biasanya bisa dapat Rp 400 ribu sehari, kemarin cuma dapat Rp 150 ribu," tutur Takin. "Artinya, omzet turun 50 persen lebih," keluhnya, Rabu (26/9/2018).
Takin meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku penyedia tenaga listrik segera mencari solusi agar pemadaman listrik berakhir.
"Kami usaha ini mengandalkan listrik dari PLN. Mau beli genset, harganya mahal," tukasnya.
Tak hanya warga dan pelaku usaha yang mengeluhkan masih terjadinya pemadaman listrik bergilir. Pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) pun memiliki kekhawatiran tersendiri dengan listrik byarpet.
Aji Saktiyanto, misalnya. Warga Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, ini khawatir karena ia akan mendaftar CPNS 2018 secara online melalui komputer.
"Khawatir pas masuk website sscn.bkn.go.id, enggak bisa terakses karena terputus gara-gara listrik mati," kata alumni Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unila ini, Rabu (26/9/2018).
Aji meminta PLN tidak memadamkan listrik saat seleksi administrasi CPNS hingga 20 Oktober mendatang.
"Saya mau daftar tengah malam, karena pengunjung website biasanya berkurang kalau tengah malam. Mudah-mudahan listrik enggak mati, jadi bisa lancar daftar," ujarnya.
Menanggapi masih berlakunya pemadaman listrik bergilir, Supervisor Hubungan Masyarakat PT PLN Distribusi Lampung Bernadus Hernawan Rahanto menjelaskan, Lampung masih kekurangan pasokan daya listrik.
"Tidak seperti biasanya. Dalam kondisi normal, defisitnya hanya 20 MW (Megawatt). Tapi sekarang ini hampir 165 MW, naiknya signifikan," kata Hernawan melalui ponsel.
Selain daya listrik masih defisit, menurut Hernawan, beban pemakaian listrik juga bertambah.
"Harapannya, masyarakat menggunakan listrik sewajarnya," ujar Hernawan. "Mohon maaf karena kelistrikan di Lampung masih terganggu," imbuhnya.
---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/listrik-padam_20180103_213539.jpg)