Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau- Lontaran Pijar Masih Terlihat Hingga Gempa Tremor
Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menunjukan adanya aktivitas. Lontaran pijar terlihat jika malam hari.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Safruddin
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau (GAK) Lontaran Pijar Masih Terlihat Jika Malam Hari
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih terus menunjukan peningkatan.
Pada selasa (2/10/2018) hingga pukul 00.00 WIB, tercatat terjadi 156 kali letusan dengan amplitudo 30-51 mm dan durasi 29-305 detik.
Menurut Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Andi Suardi, dari data Manga VAR (Vulcano Activity Report) juga teramati adanya gempa tremor harmonik dengan amplitudo 10-15 mm dan durasi 24-37 detik.
Lalu gempa vulkani dangkal dengan amplitudo 6-8 mm dan durasi 3-6 detik.
Baca: Gunung Soputan di Minahasa Tenggara Sulawesi Utara Meletus
Baca: Viral Ramalan Gempa 8,9 Akan Guncang Jakarta, Begini Tanggapan BMKG
"Juga teramati gempa tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo 3-51 mm (dominan 45 mm)," kata Andi Suardi kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (3/10/2018).
Untuk siang hari, lanjut Andi, pengamatan secara visual ke GAK tertutup kabut.
Namun pada malam hari dari pantauan CCTV teramati sinar api dan lontaran lava pijar ke segala arah.
"Juga terdengar suara dentuman dan getaran yang terasa lemah hingga kuat pada pos PGA," kata dia.
Hingga saat ini status GAK masih pada level II Waspada. Dimana para nelayan dan juga pengunjung dilarang mendekati GAK dalam radius 2 kilometer.(ded)
Seperti diketahui, pada Sabtu (29/9) lalu, letusan kawah tercatat 444 kali. Sedangkan pada Minggu (30/9) tercatat hanya 11 kali.
Baca: Siswa SMA Jadi Pelanggan Pekerja Seks, PKBI Lampung Ungkap Fenomena Perilaku Seks Remaja
Baca: Bandit Makin Brutal, Polisi dan Caleg di Lampung Jadi Korban Kekerasan
"Akhir pekan kemarin, berdasarkan data magma VAR tecatat ada 11 kali letusan dengan amplitudo 35-48 mm dan durasi 40-112 detik. Juga masih tercatat adanya gempa tremor menerus (mikro-tremor) dengan amplitudo 10-53 mm (dominan 47 mm)," kata Andi Suardi.
Pada malam hari, dari pantauan CCTV terlihat adanya sinar api dan aliran lava pijar ke selatan, serta lontaran lava pijar dengan ketinggian 100 meter ke segala arah.
Menurut Andi, sejauh ini status GAK masih pada level II alias Waspada. Para nelayan dan pengunjung dilarang mendekat dalam radius 2 kilometer. (ded)
Jangan lupa subcribes YouTube video chanel Tribunlampung.co.id di bawah ini: