6 Pasukan Elite TNI, Sejarah Pembentukan dan Keunggulan
Dari setiap satuan, biasanya memiliki sebuah pasukan khusus atau pasukan elite TNI, yang memikul tugas dan tanggung jawab lebih berat.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober.
Pada 5 Oktober 2018, TNI genap berusia 73 tahun.
Memiliki spesifikasi yang mumpuni, pertahanan yang kuat, dan mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bagian dari ciri-ciri personel TNI.
TNI yang terbagi dalam tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, mempunyai tugas dan fungsi masing-masing.
Sebagai garda terdepan NKRI, seorang anggota TNI memiliki keunggulan tersendiri.
Dalam setiap sub/kesatuan, mereka dilatih cara kepemimpinan, dan bahkan teknik bertahan hidup.
Dari setiap satuan, biasanya memiliki sebuah pasukan khusus atau pasukan elite TNI, yang memikul tugas dan tanggung jawab lebih berat.
Pasukan khusus pada masing-masing matra tersebut, dibentuk untuk dihadapkan pada kondisi dan keadaan tertentu.
Baca: Paling Ditakuti di Dunia, Pasukan Elite Navy SEAL Ternyata Pernah Dihabisi Viet Cong
Berikut, ulasan sejumlah pasukan elite TNI, yang dikutip dari dokumentasi Harian Kompas dan TNI.
1. Kopassus
Ini merupakan satuan komando tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memiliki kemampuan khusus gerak cepat dalam setiap medan, menembak cepat, pengintaian dan antiteror.
Prajurit Kopassus dikenal dengan baret merahnya, sehingga mendapat sebutan Pasukan Baret Merah.
Moto yang dimiliki adalah "Berani, Benar, dan Berhasil".
Awalnya, satuan ini berasal dari Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) untuk menumpas Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku pada 16 April 1952.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pasukan-elita-tni_20181005_192734.jpg)