6 Pasukan Elite TNI, Sejarah Pembentukan dan Keunggulan

Dari setiap satuan, biasanya memiliki sebuah pasukan khusus atau pasukan elite TNI, yang memikul tugas dan tanggung jawab lebih berat.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi - Prajurit TNI AL mengikuti upacara peringatan HUT Ke-73 TNI AL di Kompleks Dermaga Pondok Dayung Koarmada I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (10/9/2018). Peringatan HUT Ke-73 TNI AL itu mengangkat tema Bersama Rakyat TNI Angkatan Laut siap membangun Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Melalui Laut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

Pada 5 Oktober 2018, TNI genap berusia 73 tahun.

Memiliki spesifikasi yang mumpuni, pertahanan yang kuat, dan mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bagian dari ciri-ciri personel TNI.

TNI yang terbagi dalam tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, mempunyai tugas dan fungsi masing-masing.

Sebagai garda terdepan NKRI, seorang anggota TNI memiliki keunggulan tersendiri.

Dalam setiap sub/kesatuan, mereka dilatih cara kepemimpinan, dan bahkan teknik bertahan hidup.

Dari setiap satuan, biasanya memiliki sebuah pasukan khusus atau pasukan elite TNI, yang memikul tugas dan tanggung jawab lebih berat.

Pasukan khusus pada masing-masing matra tersebut, dibentuk untuk dihadapkan pada kondisi dan keadaan tertentu.

Baca: Paling Ditakuti di Dunia, Pasukan Elite Navy SEAL Ternyata Pernah Dihabisi Viet Cong

Berikut, ulasan sejumlah pasukan elite TNI, yang dikutip dari dokumentasi Harian Kompas dan TNI.

1. Kopassus

Ini merupakan satuan komando tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memiliki kemampuan khusus gerak cepat dalam setiap medan, menembak cepat, pengintaian dan antiteror.

Prajurit Kopassus dikenal dengan baret merahnya, sehingga mendapat sebutan Pasukan Baret Merah.

Moto yang dimiliki adalah "Berani, Benar, dan Berhasil".

Awalnya, satuan ini berasal dari Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) untuk menumpas Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku pada 16 April 1952.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved