Tribun Lampung Utara

Pelamar CPNS Lampura Mengeluh Gagal Registrasi Data Kependudukan

Sejumlah pelamar CPNS di Lampung Utara mengalami kegagalan saat melakukan pendaftaran lantaran terkendalanya permasalahan data kependudukan.

Pelamar CPNS Lampura Mengeluh Gagal Registrasi Data Kependudukan
Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha
Ilustrasi - Portal sscn.bkn.go.id sulit diakses. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sejumlah pelamar CPNS di Lampung Utara mengalami kegagalan saat melakukan pendaftaran lantaran terkendalanya permasalahan data kependudukan.

Hal ini dialami oleh Wati, salah seorang pelamar CPNS. Ia mengaku tidak dapat registrasi karena sistem BKN menolaknya. Kemudian Ia mengurus data kependudukannya sebelum melakukan registrasi di portal resmi BKN.

Baca: Hingga 5 Oktober 2018, 935 Pendaftar CPNS Tercatat di BKPSDM Lampura

"Sudah lama mas mau daftar, tapi tersangkut masalah data KTP-el saya ditolak oleh sistem. Kemarin Kamis sudah ke Capil, sudah diurus. Saat ini masih di coba untuk registrasi," katanya.

‎Senada diucapkan oleh Budiman, pelamar CPNS lainnya, mengakui kendala yang sama. Nomor NIK yang didaftarkan ke portal sscn ditolak. "Saya juga baru lapor Kamis 4 Oktober, sudah diatasi oleh pegawai Disdukcapil Lampura. Alhamdulillah sudah bisa registrasi," katanya. 

Baca: Bagaimana Prakiraan Cuaca di Weekend Kali Ini, Cerah atau Hujan?

Berdasar data di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlahnya mencapai 250 lebih pelamar yang dinyatakan gagal oleh sistem rekrutmen melalui situs https://sscn.bkn.go.id.‎

"Jumlah warga yang tidak bisa registrasi karena EKTP mencapai lebih dari 250 pelamar. Dari hasil pendataan kami lakukan terjadi akibat berbagai faktor. Seperti  kesesuaian antara data di KTP-el dan KK-nya, validasi data dan lainnya. Tentu kami berusaha memperbaikinya, namun semua butuh waktu karena berproses," kata Kepala Dinas Dukcapil Lampura, Tien Rostina, Minggu (7/10).

Pihaknya berharap kepada masyarakat dapat tenang dalam menghadapi persoalan itu. Tidak mudah gugup apalagi sampai berputus asa, sebab masih ada waktu karena masa pendaftaran waktunya diundur.

Dari sebelumnya, Rabu (10/10) menjadi Selasa (16/10), sehingga ada waktu memperbaikinya.

"Prosesnya kan 24 jam, setelah data mereka kita proses. Jadi kami berharap bersabar saja, karena waktu pendaftaran diundur penutupannya," ujarnya.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved