Kondisi Balita Masuk Kuali Panas Sempat Ngedrop, Ayah: Cuma Disuruh Dokter Berdoa Saja
Kondisi Balita Masuk Kuali Panas Sempat Ngedrop, Ayah: Cuma Disuruh Dokter Berdoa Saja
Penulis: hanif mustafa | Editor: Heribertus Sulis
Kondisi Balita Masuk Kuali Panas Sempat Ngedrop, Ayah: Cuma Disuruh Dokter Berdoa Saja
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fadilah Salma masih menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Moeloek karena sekujur tubuhnya melepuh akibat masuk ke dalam kuali besar berisi air rebusan gula merah.
Meski demikian, saat ini keadaanya balita berusia 1 tahun 8 bulan ini mulai membaik.
Hal ini diungkapkan oleh Samhudi ayah dari Fadilah saat ditemui oleh Tribun Lampung di Ruang Tunggu ICU RSUD Abdul Moeloek, Minggu 14 Oktober 2018.
"Ya sekarang keadaan mulai membaik, dan sekarang masih dibius, doanya saja," ungkap warga Dusun Sinar Baru RT 2, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan ini.
Baca: Balita di Lampung Selatan Tercebur Kuali Panas Rebusan Gula, Berikut Kronologi Lengkapnya
Lanjutnya, hingga saat ini putri ketiganya masih dibius lantaran memang agar sang anak tidak terlalu banyak beraktifitas.
"Kalau soal kedepannya, kapan sembuh, langkah apa lagi, belum ngasih gambaran dari dokter, cuman suruh berdoa saja, dan dokter akan berusaha maksimal," sebut Samhudi.
Meski demikian, Samhudi mengaku anaknya sempat mengalami masa kritis pada malam Jumat kemarin.
"Pas ngedrop kemarin itu, kata dokter keadaan makin memburuk, tapi sekarang berangsur pulih," ucap Samhudi.
Untuk itu, saat ini Fadilah dirawat intensif di ruang isolasi ICU, dengan tujuan agar tidak ada kontak fisik dari para pengunjung meski itu keluarganya.
"Ya katanya sih biar steril dan gak ada virus yang dibawa oleh orang, kan sekarang tindakannya sedang mengobati luka bakarnya, karena bagian dalam tidak apa-apa," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Nahas bagi balita Fadilah Salma (1,8) putri ketiga pasangan Samhudi dan Ida Farida warga Dusun Sinar Baru RT 2, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.
Pasalnya sekujur tubuh Fadilah melepuh mengalami luka bakar luar biasa, setelah ia masuk kedalam kuali besar berisi air rebusan air gula merah.
Saat ini Fadilah tergolek lemas di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSDUDAM) pasca menjalani operasi penutupan kulit dan pemasangan selang, Jumat 12 Oktober 2018.
-----
Penyesalan selalu datang belakangan.
Hal itulah yang dirasakan Ida Farida (37), ibu Fadilah Salma, warga Dusun Sinar Baru RT 2, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.
Bayi berusia satu tahun delapan bulan itu sekujur tubuhnya melepuh akibat masuk ke dalam kuali besar berisi air rebusan gula merah.
"Kalau waktu bisa mundur, saya mau mengulangnya agar anak saya gak seperti ini," ungkap Ida saat ditemui di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Jumat, 12 Oktober 2018.
Awalnya Ida sempat menolak menceritakan kejadian yang menimpa anaknya.
Beberapa kali ia terlihat hampir meneteskan air mata.
"Haduh, gak bisa ngebayangin saya," ucapnya.
Baca: Masuk Kuali Berisi Rebusan Gula, Sekujur Tubuh Balita asal Katibung Melepuh
Pada akhirnya, Ida pun mau bercerita. Saat itu, Rabu, 10 Oktober 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, Ida seperti biasa membuat gula merah. Sementara suaminya, Samhudi, sedang mencari rumput.
"Saat itu Fadilah main sama kakak tertua, si Kia (6), di rumah. Ya namanya anak baru bisa jalan, ya lari-lari," beber Ida sembari menghela napas.
Namun entah bagaimana, tiba-tiba Ida mendengar suara jeritan Fadilah.
"Saya lagi nyetak gula, posisi membelakangi kuali. Langsung saya tengok. Anak saya sudah di dalam kuali," ucapnya lirih.
Ida pun mengakui posisi kualinya berada di bawah dekat dengan ujung ubin rumahnya yang terbuat dari kayu.
Karena rumahnya setengah panggung, saat jatuh dari lantai rumah, Fadilah langsung masuk ke tungku.
"Begitu tahu, langsung saya angkat. Badannya kan kecil, jadi hanya ada rambut. Langsung saya ambil, saya angkat, dan saya peluk. Lalu njebur ke kolam sebelah bareng-bareng," sebut Ida dengan terbata-bata.
Ida sempat berteriak meminta tolong lantaran posisi rumahnya di pinggir kebun.
Selang beberapa menit kemudian, suami dan tetangganya datang.
Tanpa pikir panjang, mereka membawa Fadilah ke klinik terdekat.
Baca: Anak 13 Tahun Menghabisi Nyawa 2 Adik Balitanya, Polisi: Tersangka Mengaku Bicara ke Tuhan
"Kulitnya sudah ngelupas. Tinggal kulit dalam. Awalnya saya bawa ke bidan. Gak sanggup, saya bawa ke Puskesmas Karya Tunggal. Gak sanggup juga, saya bawa ke Tjokrodipo (RSU A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung). Di situ gak sanggup juga. Akhirnya bisa di RSUAM jam setengah dua," kenangnya.
Ida mengaku hanya menggunakan sepeda motor saat membawa anaknya tersebut.
Saat hendak dirujuk ke Bandar Lampung, suaminya baru meminjam mobil.
"Dia waktu diangkat jerit-jerit, nangis sesenggukan. Tapi, lama-lama tenang. Ya namanaya anak kecil. Tapi memang kelamaan di jalan. Kan namanya di pelosok," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Nasib nahas dialami balita bernama Fadilah Salma.
Sekujur tubuh bocah berusia satu tahun delapan bulan ini melepuh akibat masuk ke dalam kuali besar berisi air rebusan gula merah.
Saat ini, putri ketiga pasangan Samhudi dan Ida Farida, warga Dusun Sinar Baru RT 2, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, ini tergolek lemas di ruang ICU Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Jumat, 12 Oktober 2018.
Fadilah telah menjalani operasi penutupan kulit dan pemasangan selang.
Baca: Wanita Korban Begal Tewas Setelah Koma 2 Hari, Tinggalkan Anak Masih Balita
Dolimin (70), kakek Fadilah, menuturkan, cucunya masuk ke RSUAM pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu.
"Ya kejadian hari Rabu kemarin. Setelah kejadian, langsung dilarikan ke puskemas. Tapi, gak sanggup dilempar ke RSUAM," ungkap Dolimin saat ditemui di RSUAM.
Dengan mata berkaca-kaca, Dolimin mengaku sangat kaget atas musibah yang menimpa cucunya tersebut.
"Namanya musibah. Saya juga baru dikabarin kemarin. Itu pun dari Facebook. Memang mantu saya cuman nderes (menyadap) kelapa dan buat gula merah pekerjaannya," ungkap dia dengan terbata-bata.
Dolimin sendiri tinggal di Telukbetung Timur, Bandar Lampung. Dia tak tahu pasti soal kejadian yang menimpa cucunya.
"Saya gak tahu. Cucu saya ini main dengan kakak tertuanya. Tiba-tiba saja nyemplung ke kuali. Posisi kuali memang agak rendah," bebernya.
Soal kondisi terakhir cucunya pascaoperasi, Dolimin hanya menggelengkan kepala.
"Semoga mendapat petunjuk dan Tuhan memberi kesembuhan," imbuhnya.
Dolimin pun mengajak Tribun melihat kondisi cucunya tersebut.
Baca: Balita Ditemukan Tewas Dalam Karung, Polisi Temukan Fakta Mengejutkan di Rumah Kosong
Dari balik kaca ruang ICU, Tribun melihat kondisi Fadilah yang sangat memprihatinkan.
Ia tergolek lemas di atas ranjang perawatan. Tampak mesin elektrokardiografi atau alat pemantau aktivitas jantung di sisinya.
Sekujur tubuh Fadilah terbungkus perban putih. Hanya terlihat bagian mata, mulut, dan rambut.
"Beginilah keadaannya. Sekujur tubuh melepuh. Tersisa rambut di atas. Kalau kembali seperti semula, wallahu a’lam. Yang penting sehat lagi," ucap Dolimin seraya meneteskan air mata di pundak Tribun.
Dolimin menambahkan, saat ini anaknya sedang kesulitan menutupi biaya perawatan Fadilah.
Pasalnya, mereka tidak memiliki asuransi kesehatan apa pun.
"Namanya juga orang desa. Kerjanya deres (menyadap). Gak kepikiran. Sekarang sedang diusahakan. Siang tadi bapaknya buat BPJS. Bisa tembus atau gak, belum tahu," tandasnya. (*)